Baca juga:
4 Tips Mengolah Daging dan Jeroan di Masa Penyakit Mulut dan Kuku dari Dokter Hewan
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK pada hewan ternak juga sedang mewabah di bagian lain di dunia, di antaranya di Tepi Barat di daerah pendudukan Israel. Sejak awal tahun ini sebanyak ribuan hewan ternak di daerah itu terpaksa harus dibantai karena terinfeksi dan untuk mencegah penularan penyakit itu lebih luas.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dikutip dari Arab News, varian baru virus PMK yang menyebabkan demam tinggi dan luka lepuh pada hewan muda terdeteksi di antara ternak di Yordania pada November lalu. Penyakit menyebar cepat dan sampai ke Tepi Barat. Kawasan ini sudah tak lagi mendapat vaksinasi reguler sejak terakhir kali pada 2019.
Seorang pejabat di Kementerian Pertanian di Otoritas Palestina menyebut normalnya vaksinasi menyasar 60-70 persen tekan domba dan kambing di sana setiap tahunnya. Tapi angkanya drop menjadi 20 persen pada 2020 dan 2021. Alasannya, pandemi Covid-19 menyebabkan pasokan vaksinnya sulit didapat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kementerian juga menyalahkan Israel karena dituduh menghalangi pemerintahan Otoritas Palestina untuk mendapatkan suplai yang berkecukupan. Namun tuduhan itu dibantah Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab untuk masalah sipil dalam Otoritas Palestina.
"Tidak ada permintaan formal dari Otoritas Palestina untuk impor vaksin PMK," bunyi pernyataan yang diberikan. Israel malah mengaku menyasari kebutuhan yang muncul dan membagikan dosis vaksin yang dimilikinya.
Kementerian Pertanian Palestina hanya memberi konfirmasi atas kematian 2 ribu hewan ternak karena infeksi PMK sepanjang tahun ini. Namun kalangan peternak menyebut angkanya jauh lebih tinggi daripada itu.
Dari tanah air, penambahan jumlah kasus PMK terus terjadi di berbagai daerah sejak pertama diungkap di empat daerah di Jawa Timur pada awal Mei. PMK sapi dilaporkan meluas, misalnya, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jumlahnya tercatat sudah 871 kasus per 4 Juni dari dua pekan sebelumnya yang hanya belasan.
Sebanyak 149 ekor sapi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, juga dilaporkan positif terjangkit PMK pada 6 Juni 2022. Di Lombok, NTB, datanya sudah mencapai 4.700 ekor dalam sebulan ini, dengan penambahan seminggu terakhir sebanyak 700 ekor.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat sedikitnya 436 ekor sapi di daerah itu yang terjangkit wabah PMK.
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di salah satu peternakan hewan di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis, 2 Juni 2022. Penyemprotan tersebut dilakukan setelah ditemukan 35 hewan ternak suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) di enam kecamatan di Kabupaten Tangerang. ANTARA/Fauzan
Tentang cepatnya penyebaran virus PMK dan risiko yang harus ditanggung di Indonesia pernah diungkap dalam webinar Talk to Scientist yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN pada Kamis 19 Mei 2022. Otoritas kesehatan hewan di Indonesia bekerja secara sistematis untuk bisa menjawab pertanyaan besar dari problem wabah penyakit mulut dan kuku yang kembali terjadi saat ini.
Pertanyaan itu adalah apakah wabah yang sudah merebak di sejumlah daerah tersebut saling berhubungan. "Kemungkinan terburuknya adalah mereka tidak saling berhubungan antar daerah dan ada beberapa serotipe virus berbeda yang sedang menyebar," kata Donald King, Kepala Laboratorium Rujukan Penyakit Kuku dan Mulut di Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) di Institut Pirbright, Inggris.
Dia ditanyakan tanggapannya atas apa yang terjadi di Indonesia setelah presentasinya menekankan pentingnya deteksi dan konfirmasi cepat wabah PMK dari lapangan. "Semakin Anda terlambat mendeteksinya semakin tinggi biaya dan semakin luas wilayah yang terdampak sehingga membuat semakin berat pengendaliannya," katanya.
ANTARA