Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Olahraga

41 Tahun Roger Federer: Aksi Sosial Peraih 20 Gelar Tenis Grand Slam

Hari ini, petenis Roger Federer 41 tahun. Di luar lapanga, peraih 20 gelar tenis grand slam ini punya aksi sosial untuk anak-anak Afrika.

8 Agustus 2022 | 20.01 WIB

Petenis asal Swiss Roger Federer bertanding melawan petenis asal AS, Tennys Sandgren dalam Perempat Final Australia Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 28 Januari 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji
material-symbols:fullscreenPerbesar
Petenis asal Swiss Roger Federer bertanding melawan petenis asal AS, Tennys Sandgren dalam Perempat Final Australia Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 28 Januari 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Roger Federer telah merajai tenis dunia sejak belia. Sepanjang kariernya, petenis asal Swiss ini telah meraih 103 gelar tunggal ATP. Pundi-pundi hadiah dari ratusan gelar ini pun menempatkannya di urutan ketiga peraih hadiah terbanyak Open Era. Sebagian kekayaannya ia sisihkan untuk amal anak-anak yang dilahirkan dalam keluarga miskin.

Suami dari Mirka Federer ini memang menggilai olahraga sejak kecil. Ia sempat pula menjajal badminton. Tepok bulu ini, menurut Thomas Lin dalam artikel How Badminton Helped Federer Games membantu dalam karier tenis profesional Federer.  “Saya selalu lebih tertarik pada tiap olahraga yang melibatkan bola,” ujarnya. 

Anak pasangan Robert dan Lynette Federer ini pertama kali bertanding di usia 14 tahun. Di jenjang junior, ia berhasil mendapatkan empat gelar ITF Junior termasuk dua juara Wimbledon. Selain itu, ia juga memenangkan turnamen Orange Bowl. 

Roger Federer Juara Wimbledon 5 Kali Beruntun

Roger Federer pertama kali terjun ke jenjang profesional ATP pada 1998. Pertandingan profesional pertamanya berakhir dengan kekalahan. Selang setahun, ia telah memasuki peringkat 100 besar dunia, dan mulai mendapatkan perhatian.

Pada 2001, ia menjuarai Wimbledon, Grand Slam pertamanya. Secara total, ia meraih dua puluh gelar kejuaraan tertinggi olahraga tenis itu. Dengan rincian, delapan dari Wimbledon, lima dari US Open, enam Australia Open, dan satu French Open. 

Di Wimbledon, ia pun menyamai rekor Björn Borg, legenda tenis asal Swedia, dengan meraih lima gelar berturut. Bermain di lapangan rumput itu, dominasinya terentang dari tahun 2003 - 2007. Tambahan tiga gelar dari Inggris itu pun menjadikannya sebagai pemenang terbanyak sepanjang sejarah. Sementara itu, raihan lima gelar di Amerika menempatkannya sebagai peraih gelar terbanyak bersama empat petenis lain di Open Era.

Federer adalah petenis paling tangguh sepanjang sejarah, menurut Craig O’Shannessy, dalam artikel “The Toughest in Tennis Is.” Ketika kalah, Federer mampu merepotkan lawannya dengan mendapat banyak poin. Sepanjang seri, ia tidak mudah menyerah. Hasilnya, ia berhasil mencuri sampai dengan 47,57 persen poin di tiap pertandingan kalahnya.

Sepanjang karirnya, Federer pernah menghuni takhta tertinggi tunggal putra selama 310 pekan termasuk 237 pekan beruntun. 82 persen pertandingannya berakhir kemenangan, dengan catatan rekor 1251–275. Atas prestasinya, ia berhasil mengumpulkan pundi-pundi hadiah senilai 130,594,339 US Dollar, ketiga di antara petenis Open Era.

Kepedulian Sosial Roger Federer

Menurut Forbes, Federer mendapatkan uang dari sponsor dalam jumlah yang tidak tertandingi di dunia olahraga. Uniqlo, merek pakaian asal Jepang, menjadi penyumbang terbesarnya dengan kontrak senilai 300 juta US Dollar, selama sepuluh tahun. Pendapatan terbesar legenda tenis ini datang dari sahamnya di perusahaan pakaian atletik, ON. 

Dari kekayaan tersebut, Federer membangun pula sebuah yayasan amal yang dinamakan dengan namanya sendiri. Yayasan amalnya itu telah mengumpulkan lebih dari 50 juta US Dollar dan mendidik 1,5 juta anak-anak Afrika sejak diluncurkan.

Mengutip dari rogerfederer.com, Federer pun menyatakan bahwa “penting bagi saya untuk mengembalikan sebagian dari keberuntungan yang saya alami dalam hidup.” Yayasan Roger Federer ini, akunya, berangkat dari panggilan hatinya.

Tepat pada hari ini, maestro tenis asal Swiss ini merayakan ulang tahunnya yang ke-41. Petenis kelahiran Basel ini masih ingin mengayunkan raketnya. Bersama Novak Djokovic dan Rafael Nadal, raja lapangan ini dikenal sebagai “Big Three”.

PRAMODANA

Baca: Roger Federer Segera Buat Keputusan untuk Masa Depannya di Tenis Dunia

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus