Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Juara tinju dunia asal Meksiko Canelo Alvarez geram melihat aksi Lionel Messi yang dinilai menghina negaranya. Canelo mengecam aksi bintang Argentina itu yang terekam dalam video tampak menendang jersei Meksiko usai pertandingan. Juara dunia tinju kelas menengah versi WBA, WBC, dan WBO ini mengancam akan meninju Messi jika bertemu secara langsung.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Apakah Anda melihat Messi membersihkan lantai dengan jersey dan bendera kami? Dia lebih baik berdoa kepada Tuhan agar saya tidak menemukannya!” tulis Canelo melalui Twitter.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Namun, belakangan Canelo meminta maaf karena telah mengancam pemain Tim Tango, julukan Timnas Argentina, itu. Dia mengakui telah membuat komentar tidak tepat karena terbawa hasrat dan cinta untuk negaranya. Tak hanya kepada Lionel Messi, Canelo juga menyampaikan permintaan maafnya untuk rakyat Argentina.
“Beberapa hari terakhir ini saya terbawa hasrat dan cinta yang saya rasakan untuk negara saya dan membuat komentar yang tidak pada tempatnya sehingga saya ingin meminta maaf kepada Messi dan rakyat Argentina,” cuit Canelo.
Baca: Kabar Angin Petinju Legendaris Menantang Canelo karena Mengancam Messi, Ini Profil Mike Tyson
Profil Petinju Meksiko, Canelo Alvarez
Nama lengkapnya Santos Saúl Álvarez Barragán dan dikenal sebagai petinju kelas dunia asal Meksiko. Julukan Canelo diberikan kepadanya karena memiliki rambut merah. Dia lahir di Guadalajara, Jalisco, Meksiko pada 18 Juli 1990. Canilo adalah anak bungsu dari delapan Alvarez bersaudara. Tujuh di antaranya adalah laki-laki.
Julukan keluarga petinju cocok disematkan ke keluarga Alvarez ini. Semua saudara laki-lakinya adalah petinju profesional. Di antaranya termasuk petinju kelas welter Ramón Álvarez dan Ricardo Álvarez, serta mantan juara dunia WBA, Rigoberto Álvarez. Canilo mulai menekuni tinju saat berusia 13 tahun. Jiwa tinjunya bergejolak saat menyaksikan kakaknya, Rigoberto, debut secara profesional.
Prestasi perdana Saul Alvarez adalah medali perak di Kejuaraan Nasional Junior Meksiko di Sinaloa pada 2004. Saat itu dia masih amatir. Tahun berikutnya dia menjadi pemuncak dalam ajang Juara Tinju Nasional Junior Meksiko 2005 di Tuxtla Gutiérrez, Chiapas. Rekor amatirnya adalah 44-2 dengan 12 kali KO.
Canelo mengakhirinya titel amatirnya pada usai 15 tahun. Dia beralih ke kelas profesional karena kesulitan menemukan lawan junior yang sepadan. Dalam 19 bulan pertamanya sebagai petinju profesional, Canelo membuat KO 11 dari 13 lawannya. Alvarez memang dikenal sebagai counter puncher yang sangat baik. Dia mampu mengeksploitasi celah pertahanan lawan sembari menghindari pukulan dengan gerakan kepala dan tubuh.
Kariernya terus melesat. Sepanjang kariernya sebagai petinju, Canelo sudah pernah merasakan gelar juara dunia di empat kelas berbeda. Termasuk gelar menengah ringan, berat ringan, menengah, dan menengah super. Sejak Desember 2020, dia menyandang gelar juara kelas mengah super WBA (Super), WBC, dan The Ring. Pada Mei 2022, Canelo mendapat peringkat sebagai petinju aktif terbaik dunia, pound demi pound, oleh BoxRec dan Asosiasi Penulis Tinju Amerika.
HENDRIK KHOIRUL MUHID
Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.