Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Petinju asal Inggris, Tyson Fury, akhirnya memberi kepastian soal pertarungan selanjutnya. Juara kelas berat WBC itu akan mempertahankan gelarnya dalam pertarungan ketiga melawan Deontay Wilder pada 24 Juli di Las Vegas.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Duel ketiga itu terpaksa dilakukan karena menjadi putusan hakim arbitrase. Fury tadinya akan menghadapi Anthony Joshua, petinju Inggris lainnya, dalam unifikasi gelar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tyson Fury menyampaikan kabar soal pertarungannya dengan Wilder, asal Amerika, dengan nada jengkel. "Orang ini tak kapok dengan hukuman," kata Fury dia. "Dia bodoh. Dia benar-benar gila. Ia pengisap hukuman."
Sebelumnya, Fury dan Wilder sudah bertemu dua kali. Pada 1 Desember 2018, keduanya bermain imbang. Pada duel ulangan 22 Februari 2020, Fury menang TKO di ronde ketujuh sekaligus berhasil merebut gelar juara WBC dari Wilder.
Duel ketiga antara keduanya masuk dalam kontrak pertarungan kedua. Namun, duel itu gagal terlaksana karena pandemi Covid-19. Kubu Fury menganggap kondisi itu membuat kontrak mereka batal demi hukum, karena itu mereka melakukan negosiasi unifikasi gelar melawan Joshua.
Namun, Deontay Wilder tak terima dan menempuh jalur hukum. Pekan ini, hakim arbitrase memenangkannya dan menyatakan duel ketiga itu harus digelar sebelum September.
Fury mengakui kontrak pertarungan ketiga sudah disepakati. Ia siap membuat lawannya kian menderita. "Haruskah kita melakukannya dan menyingkirkannya dari kesengsaraannya dan dengan serius menghancurkannya sampai berkeping-keping?" kata dia.
Tyson Fury menambahkan bahwa dia bertujuan untuk tetap melawan juara dunia kelas berat Anthony Joshua pada 2021 nanti. Saat ini Joshua sendiri harus menjalani duel wajib WBO melawan Oleksandr Usyk.