Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengumumkan bahwa provinsi di Indonesia telah berjumlah 37 dari sebelumnya 34, pada Jumat 11 November 2022. Salah satu provinsi baru tersebut adalah Provinsi Papua Pegunungan, yang ditunjuk menjadi Penjabat Gubernur atau PJ provinsi baru ini adalah Nikolaus Kondomo.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/P Tahun 2022. Sementara itu, Nikolaus Kondomo resmi dilantik dan telah mengucapkan janji jabatan di Lapangan Plaza Kantor Pusat Kemendagri. Sebagaimana tertuang dalam Keppres, paling lama Nikolaus menjabat selama satu tahun.
Profil Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo
Nikolaus Kondomo merupakan pria asli Papua yang lahir pada 13 Maret 1964 di Merauke, ibu kota dari provinsi Papua Selatan saat ini. Ia pernah mengenyam pendidikan S1 di Universitas 17 Agustus 1945 jurusan Hukum Pidana. Pendidikannya kemudian dilanjut untuk mendaptkan gelar magister hukum di Universitas Cenderawasih.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sebelum dilantik sebagai PJ Gubernur Papua Pegunungan, ia telah memiliki riwayat panjang dalam karier hukumnya. Seperti dikutip dari Antaranews, ia memiliki beberapa riwayat jabatan. Ia memulai kariernya dimulai menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua pada 2012.
Kemudian menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri atau Kejati Sleman pada 2014. Sleman menjadi tempat yang paling berkesan untuknya karena selain sebagai kota budaya, juga tempat dirinya bertemu dengan sang istri.
Setahun kemudian, ia melanjutkan karier hukumnya di Asisten Pengawasan Kejati Jatim 2015. Lalu pada 2017, ia diamanahi sebagai Koordinator di Kejakasaan Agung atau Kejagung Datun: Jam Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung RI. Dilanjutkannya untuk menjabat sebagai Wakil Kejati Sulawesi Tengah pada 2018.
Kembali ke tanah Papua, ia mulai memegang posisi sebagai Wakil Kejati Papua pada 2019. Di tahun yang sama, pria yang memiliki jabatan bintang dua di Kejaksaan Republik Indonesia saat itu, mulai mengampu jabatan Kejati Papua selama dua tahun lebih.
Selain itu, ia pernah diangkat menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga dan Kerja Sama Internasional Kejaksaan Agung. Hingga akhirnya dipercaya sebagai Pj Provinsi Pegunungan Papua.
FATHUR RACHMAN
Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.