Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Teknologi & Inovasi

Asteroid 2024 YR4 Seukuran Gedung 15 Lantai, Peluangnya Tabrak Bulan Bertambah

Hasil amatan menggunakan Teleskop James Webb memberikan update informasi ancaman tabrakan bumi dan bulan dengan asteroid 2024 YR4.

4 April 2025 | 21.00 WIB

Ilustrasi asteroid menabrak atau melintas dekat Bumi. ANTARA.
Perbesar
Ilustrasi asteroid menabrak atau melintas dekat Bumi. ANTARA.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Untuk beberapa pekan pada Januari dan Februari lalu, Asteroid 2024 YR4 telah membuat umat manusia di bumi cemas. Gara-garanya, kalangan astronom mengkalkulasi kalau asteroid ini memiliki peluang 1:83, atau sebesar hampir satu persen, untuk menabrak bumi pada Desember 2032 nanti. Kalkulasi dilakukan pada Desember 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Para ahli di NASA pun langsung menyerukan kewaspadaan meski menyadari pula kalau peluang itu bisa mengecil dengan jarak dan pengukuran yang semakin akurat. Dan, pada akhir Februari, mereka sudah bisa memastikan peluang asteroid itu untuk menabrak bumi hampir nol.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Belakangan, peluang justru tumbuh untuk kemungkinan asteroid itu menabrak bulan. Dari 1,7 persen per perhitungan akhir Februari menjadi 3,8 persen berdasarkan hasil kalkulasi terkini berbasis data dari Teleskop James Webb dan teleskop di bumi, dikutip dari rilis NASA 2 April 2025. 

Meski begitu ada peluang yang jauh lebih besar, yakni 96,2 persen, untuk tabrakan itu tak terjadi. Kalaupun terjadi, NASA meyakini, peluang tabrakan yang sekecil itu tak akan sampai mempengaruhi orbit bulan.  

Berdasarkan data amatan menggunakan Teleskop James Webb pula dikoreksi ukuran diameter asteroid YR4 2024 menjadi 53-67 meter. NASA menyebut diameter itu setara gedung 10 lantai tapi Andy Rivkin dari Laboratorium Fisika Terapan di Johns Hopkins University mengatakan, "Diameter sekitar 60 meter itu hampir setara tinggi gedung 15 lantai."

Hasil amatan sebelumnya menggunakan teleskop dari bumi menduga diameter 40-90 meter. Pengamatan berbasis cahaya tampak dari obyek asteroid itu. Teleskop Antariksa James Webb bisa lebih spesifik karena menangkap obyek itu baik dalam pancaran cahaya termal (infra merah) maupun cahaya tampaknya.

Teleskop Jmaes Webb juga membantu para astronom mempelajari bagaimana cepatnya batuan angkasa ini memanas dan mendingin. Menurut Rivkin, sifat termal pada 2024 YR4 tidak seperti asteroid pada umumnya. Kemungkinan, Rivkin melanjutkan, karena fakta asteroid ini spin sangat cepat dan bahwa permukaannya didominasi oleh batuan berukuran sekepalan tangan atau lebih besar, ketimbang butiran pasir.

Rivkin menambahkan, mempelajari asteroid-asteroid seperti 2024 YR4 dengan telekskop James Webb penting untuk membantu para ilmuwan menentukan bagaimana teleskop antariksa yang dibuat itu bisa membantu upaya pertahanan antar planet jika 'kemungkinan impactor' lain ditemukan lagi.

"Secara keseluruhan, kita memiliki perkiraan yang lebih baik seperti apa asteroid ini," katanya kepada Space.

Hasil lengkap studi tentang observasi asteroid 2024 YR4 menggunakan Teleskop James Webb dipublikasi dalam jurnal Research Notes milik AAS.

Zacharias Wuragil

Zacharias Wuragil

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus