Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Tahukah Anda penyebab bau mulut saat puasa menurut sains? Setiap orang yang berpuasa mungkin hanya mengenali aroma kurang sedap yang ke luar selama berpuasa karena asam lambung naik. Namun, selain itu, ada beberapa penyebab lain yang berkontribusi terhadap bau mulut saat puasa.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Penyebab bau mulut saat puasa, menurut sains, tidak hanya satu faktor. Berbagai perubahan yang terjadi di dalam tubuh saat berpuasa, seperti kurangnya asupan cairan dan perubahan pola makan, turut berperan dalam munculnya aroma tidak sedap dari mulut.
Penyebab Bau Mulut saat Puasa Menurut Sains
Saat berpuasa, tubuh mengalami berbagai perubahan yang mempengaruhi kondisi mulut dan menyebabkan munculnya bau tak sedap. Berikut beberapa faktor utama yang menjadi penyebab bau mulut selama berpuasa.
1. Tubuh Mengalami Dehidrasi
Kekurangan asupan cairan saat berpuasa menyebabkan mulut menjadi kering, sehingga memicu pelepasan lebih banyak keton. Selain itu, produksi air liur juga menurun selama berpuasa.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Padahal, air liur berperan penting dalam menetralkan asam plak dan menghilangkan bakteri jahat di mulut. Ketika produksi air liur berkurang, bakteri pun berkembang biak dengan lebih cepat dan menghasilkan senyawa berbau yang menjadi penyebab utama bau mulut.
2. Perubahan Pola Makan
Perubahan pola makan saat berpuasa juga turut mempengaruhi aroma mulut. Ketika berbuka puasa, banyak orang mengonsumsi makanan secara berlebihan, termasuk makanan berlemak, pedas, atau asam.
Jenis makanan di atas dapat memicu peningkatan produksi asam lambung, yang kemudian naik ke kerongkongan dan menimbulkan bau tidak sedap. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, bau mulut bisa bertahan sepanjang hari hingga waktu berbuka puasa.
3. Kurang Menjaga Kebersihan Mulut
Tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik, seperti jarang menyikat gigi atau tidak menggunakan benang gigi, dapat menyebabkan penumpukan bakteri di mulut. Bakteri ini membentuk plak biofilm yang menjadi salah satu penyebab utama munculnya bau mulut saat berpuasa.
4. Konsumsi Jenis Makanan Tertentu
Beberapa jenis makanan, seperti bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah, diketahui dapat menyebabkan bau mulut. Makanan tersebut melepaskan senyawa sulfur yang mudah menguap dan dapat bertahan di dalam mulut, sehingga mempengaruhi aroma napas bahkan setelah beberapa waktu.
Cara Mengatasi Bau Mulut selama Berpuasa
Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi bau mulut selama Ramadan:
- Sikat Gigi Secara Teratur: Bersihkan gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, yaitu setelah makan malam dan sebelum sahur.
- Gunakan Benang Gigi dan Obat Kumur: Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, serta gunakan obat kumur bebas alkohol untuk menjaga kesegaran napas.
- Bersihkan Lidah: Gunakan pembersih lidah atau sikat gigi untuk membersihkan permukaan lidah dari sisa makanan dan bakteri penyebab bau mulut.
- Batasi Makanan Manis: Hindari konsumsi makanan dan minuman manis, terutama saat berbuka puasa, untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
- Konsumsi Buah Kaya Vitamin C: Makan buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu biji, atau stroberi untuk membantu menjaga kesehatan gusi dan mencegah peradangan.
- Kurangi Kafein dan Garam Berlebih: Batasi konsumsi kafein dan makanan yang tinggi kadar garam karena dapat memicu dehidrasi yang memperparah bau mulut.
- Kunyah Permen Karet Bebas Gula: Pilih permen karet yang mengandung Xylitol untuk merangsang produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan bakteri setelah makan malam.
- Pilih Makanan Seimbang: Konsumsi makanan yang kaya serat, buah, sayur, dan protein. Makanan yang mengandung banyak air seperti mentimun, semangka, dan apel membantu membersihkan mulut secara alami.
- Pilih Karbohidrat dengan Indeks Glikemik Rendah: Santap makanan yang melepaskan gula secara perlahan, seperti bubur saat sahur, untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Perbanyak Minum Air: Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum 8–10 gelas air dari waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah mulut kering yang menjadi penyebab utama bau mulut.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kebersihan mulut tetap terjaga dan napas terasa segar sepanjang hari meski sedang berpuasa.