Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - PSIM Yogyakarta berhasil menuntaskan Liga 2 2025 dengan sempurna setelah berhasil menjuarai liga kasta kedua pada Rabu, 26 Februari 2025. Dalam laga final melawan Bhayangkara FC di Stadion Manahan, Solo, Laskar Mataram menang dengan skor 2-1.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Prestasi ini mengulangi sejarah 20 tahun silam saat PSIM Yogyakarta berhasil menyabet gelar Divisi 1 2005. Kala itu PSIM juga berhasil promosi ke Divisi Utama (kini bernama Liga 1). PSIM berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Persiwa Wamena 2-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Profil PSIM Yogyakarta
Dilansir dari laman resmi klub, PSIM Yogyakarta merupakan singkatan dari Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram. Klub berjulukan Laskar Mataram ini adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat ini PSIM bermarkas di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, yang berkapasitas sekitar 35.000 penonton. Klub ini memiliki dua kelompok suporter utama, yaitu Brajamusti (Brayat Jogja Mataram Utama Sejati) dan The Maident (Mataram Independent). Brajamusti didirikan pada 15 Februari 2003 sebagai wadah bagi berbagai laskar pendukung PSIM, sementara The Maident dikenal dengan semangat kemandirian dan totalitas dalam mendukung PSIM.
Klub ini didirikan pada 5 September 1929 dengan nama awal Perserikatan Sepakraga Mataram (PSM). Klub ini kemudian mengubah namanya menjadi PSIM pada 27 Juli 1930 sebagai bagian dari gerakan nasional untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. PSIM juga merupakan salah satu dari tujuh klub pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 19 April 1930.
Saat itu, PSIM bersama dengan VIJ Jakarta (sekarang Persija Jakarta), BIVB Bandung (Persib Bandung), MIVB (PPSM Magelang), MVB (Madiun Putra FC) SIVB (Persebaya Surabaya), dan VVB (Persis Solo), turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
PSIM dalam pertemuan tersebut diwakili oleh A. Hamid, Daslam Hadiwasito, dan Amir Notopratomo. Setelah melalui berbagai pertemuan akhirnya disepakati berdirinya organisasi induk yang diberi nama PSSI dan berpusat di Yogyakarta.
Dalam sejarahnya, PSIM telah meraih beberapa prestasi penting. Pada era Perserikatan, mereka menjuarai kompetisi pada tahun 1932 setelah mengalahkan VIJ Jakarta di final yang berlangsung di Batavia. Selain itu, PSIM juga pernah menjadi runner-up pada tahun 1931, 1939, dan 1940.
Sejak Liga Indonesia bergulir pada 1994, prestasi PSIM mengalami pasang surut yang ditandai dengan naik turunnya PSIM dari Divisi Utama ke Divisi I Liga Indonesia. PSIM pernah mengalami degradasi dari Liga Indonesia 1994/1995 dan promosi dua tahun kemudian. Setelah bertanding selama tiga musim di Divisi Utama, PSIM kembali harus terdegradasi ke Divisi I pada musim kompetisi 1999/2000.
Pada Divisi 1 2003, PSIM baru bangkit dan membidik target untuk promosi dengan persiapan tim yang matang. Di babak penyisihan, PSIM bahkan dua kali mengkandaskan tim favorit Persebaya Surabaya dalam pertandingan tandang kandang dengan skor telak 3-1 dan 3-0, dan menjuarai Grup C. Sayangnya, keperkasaan PSIM semakin lama semakin luntur sehingga gagal melanjutkan dominasinya pada babak 8 besar yang berlangsung dengan kompetisi penuh.
Pada 2005, PSIM berhasil lolos ke kasta tertinggi liga Indonesia setelah keluar sebagai juara Divisi I setelah dalam pertandingan final mengalahkan Persiwa Wamena 2-1 di Stadion Si Halak Harupat, Bandung.