Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Dalam acara Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2024 yang dihadiri langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pada 26 Mei kemarin, Sandi memberikan clue akan adanya artis pria luar negeri yang bakal adakan konser besar di Indonesia. Sang penyanyi terbiasa membawakan genre musik pop, meskipun belum menyebut secara pasti ini merupakan langkah besar Kemenparekraf untuk menghidupkan ekonomi kreatif Indonesia jalur seni musik setelah berkaca langsung dari Singapura.
Dilansir dari Antara, perekonomian Singapura mengalami peningkatan pesat atas datangnya penonton konser yang lima kali lipat dibandingkan wisatawan. Hal tersebut terjadi saat Singapura adakan konser Taylor Swift pada 2 Maret sampai 4 Maret 2024 kemarin. Sandiaga Uno melihat peluang tersebut terbuka lebar bagi Indonesia untuk lakukan hal yang sama. Untuk itu, pria berdarah Gorontalo tersebut bertekad akan membuat izin konser di Indonesia lebih mudah, berikut sejumlah faktanya.
1. Cermati kerumitan izin konser sejak Agustus 2023
Sandiaga Uno telah mencermati perizinan konser di Indonesia yang begitu rumit sejak 1 Agustus 2023 lalu saat Coldplay adakan konser di Gelora Bung Karno, Jakarta. Konser Coldplay di Indonesia hanya digelar satu hari saja cenderung sebentar dibandingkan Singapura yang mendapat jatah 6 hari, Jepang 2 hari, serta Taiwan 2 hari. Sandi menyebut salah satu faktor penyebabnya terkait perizinan terutama waktu dan biayanya yang menyulitkan promotor. Sandi pun adakan rapat dengan Kemenpora, Kemenko Marves, Polri, dan Jokowi untuk membahas perizinan olahraga dan kesenian menjadi satu pintu.
2. Finalisasi regulasi perizinan satu pintu konser musik
Dikutip dari kemenparekraf.go.id, regulasi pelayanan perizinan untuk kegiatan olahraga dan seni direncanakan memangkas waktu menjadi 14 hingga 21 hari saja sebelum acara dilaksanakan. Tahap tersebut sudah masuk finalisasi dan Kemenparekraf sedang berkoordinasi dengan kepolisian untuk mekanisme perizinan satu pintu. Uji coba dilakukan di venue terpilih yaitu, ICE, BSD, JIS, dan GBK, pada September 2023 dan akan dievaluasi secara periodik.
3. Bekerja sama dengan Singapura untuk gelar konser kelas dunia
Tak tanggung-tanggung demi merealisasikan ekonomi kreatif di Indonesia lewat jalur seni musik, Sandiaga Uno memutuskan untuk bekerja sama dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan sekaligus Menteri Pedagangan dan Industri Singapura, Grace Fu Hai Yien. Pemerintah Indonesia saat ini menyiapkan Indonesia Tourism Fund sebagai penyedia dana pendamping dan insentif bagi para promotor atau event organizer yang hendak mendatangkan atraksi internasional. Sementara itu, bentuk kerja sama dengan Singapura berupa infrakstruktur, digitalisasi perizinan, peningkatan SDM, dan pemberantasan calo.
4. Digitalisasi perizinan datu pintu untuk berantas calo dan tiket palsu
Menpora Dito Ariotejo menyebut kebijakan digitalisasi satu pintu memungkinkan pemantauan proses perizinan secara daring, dampak positifnya baik bagi promotor maupun pemerintah terselenggara secara transparan, menjaga kepercayaan, memberantas calo nakal, dan terutama memangkas waktu. Hal tersebut juga disepakati oleh Sandiaga Uno dalam hal perizinan konser sehingga harga tiket cenderung lebih murah.
MELINDA KUSUMA NINGRUM | M. JULNIS FIRMANSYAH
Pilihan Editor: Ruth Sahanaya Akan Konser 40 Tahun Simfoni dari Hati
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini