Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Seni

Berita Tempo Plus

Sastra dan Intervensi Pemerintah

Dalam sastra masuk kurikulum, birokrat pendidikan memperlakukan sastra semaunya dan sembrono tanpa merasa bersalah.

16 Juni 2024 | 00.00 WIB

Siswa membaca puisi saat memperingati Hari Puisi Sedunia di SMP Muhammadiyah 1 Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 24 Maret 2021. ANTARA/Oky Lukmansyah
Perbesar
Siswa membaca puisi saat memperingati Hari Puisi Sedunia di SMP Muhammadiyah 1 Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 24 Maret 2021. ANTARA/Oky Lukmansyah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Sastra masuk kurikulum tidak dimaksudkan untuk memberikan porsi lebih besar bagi sastra.

  • Sastra sebagai alat untuk kepentingan mata pelajaran lain yang berdasarkan hukum pasar lebih kuat.

  • Perlindungan pada sastra harus didasarkan pada ketulusan dan kepercayaan akan adanya jalan alternatif.

BEGITU mendapat kabar menghebohkan mengenai sastra masuk kurikulum, saya langsung menyambutnya dengan gembira. Sebab, saya mengira kebijakan pemerintah itu akan menyelesaikan persoalan yang bisa dikatakan kronis mengenai pelajaran sastra di sekolah-sekolah. Yang saya maksudkan adalah persoalan posisi mata pelajaran sastra yang selama ini ditempatkan dalam posisi sangat lemah.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Faruk HT

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus