Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Chintya Tengens Kastanya punya cara sendiri untuk bertahan melawan dingin Gunung Carstensz di Papua. Setelah menapakkan kaki di Carstensz Pyramid, 15 Agustus lalu, presenter acara Jejak Petualang ini mengalami kelelahan luar biasa dan merasa tak sanggup turun saat itu juga. Gadis kelahiran Maluku ini bersama tiga orang rekannya lalu memilih bertahan dan melanjutkan perjalanan esok harinya. Tetapi tak ada sleeping bag dan tenda untuk bernaung. Udara begitu dingin dan angin kencang berembus. Di sekitar hanya ada bebatuan dan tak ada kayu untuk dibakar. "Akhirnya saya memutuskan membakar barang-barang di dalam ransel untuk membuat api," kata nona kelahiran 13 Juni 1993 ini, Rabu pekan lalu. Isi tas yang ia korbankan itu antara lain sendal, tali pengaman, sarung tangan, raincoat, serta headlamp. "Itulah yang telah menyelamatkan saya."
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo