Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Perempuan ayu itu duduk bersimpuh di depan jenazah Soeharto. Wajahnya, seperti terekam dalam kamera TVRI, terus menunduk. Sesekali ia menyeka air mata yang berlinang. Hampir tak ada yang mengenalinya, seandainya di sisinya tak ada Bambang Trihatmodjo, yang memangku seorang bocah perempuan usia dua tahun.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo