Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Lewat yayasan Kalaweit, Chanee mengupayakan perlindungan dan konservasi owa di Kalimantan dan Sumatera.
Femke den Haas asal Belanda mendirikan JAAN dan pusat-pusat perlindungan satwa di Jakarta hingga Bali.
Peneliti lingkungan David Gaveau memperjuangkan penyelamatan hutan Indonesia dari deforestasi.
BERAWAL dari kecintaannya terhadap owa, Aurelien Francis Brule memutuskan menetap di Indonesia. Kebakaran hebat yang melahap hutan dan lahan di berbagai wilayah Nusantara pada 1997-1998 membetot perhatian pria asal Fayence, Prancis selatan, itu. Saat itu Pulau Kalimantan, yang merupakan habitat satwa endemis orang utan dan owa, tidak luput dari amukan si jago merah. Melihat pemberitaan itu, Chanee—sapaan akrabnya—langsung tergerak.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo