Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua rumah sakit bisa menangani tindakan operasi plastik mata atau okuloplasti karena ada kondisi-kondisi tertentu pasien yang belum tentu cocok menerima perawatan ini. Tindakan bedah plastik mata, baik untuk perbaikan fungsi penglihatan maupun guna meningkatkan keindahan penampilan mata, harus dilakukan oleh dokter spesialis mata yang biasa menangani prosedur okuloplasti.
"Okuloplasti dapat menimbulkan efek kelopak mata tidak dapat ditutup dengan sempurna ektropion," ujar Setiyo Budi Riyanto, dokter mata di Rumah Sakit Jakarta Eye Center.
Ektropion adalah pinggir kelopak mata bawah menjauhi bola mata atau berputar ke arah luar. Efek lainnya yakni mata sering pendarahan di belakang bola mata yang dapat menurunkan ketajaman penglihatan.
Dia menjelaskan, okuloplasti pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan fungsi dan penampilan mata. Dokter spesialis mata yang memiliki keahlian bedah plastik mata akan melakukan bedah plastik apabila indikasinya jelas dan niat pasien sudah bulat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca juga:
Ini Bahayanya Operasi Plastik
4 Risiko Operasi Plastik pada Remaja
Bukan Hanya Kecantikan, Operasi Plastik Juga Baik untuk Kesehatan
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Lebih teknis, okuloplasti dilakukan untuk memperbaiki kelainan-kelainan yang ada pada kelopak mata, tulang-tulang rongga mata, kantung bola mata (soket), dan sistem saluran air mata kosmetik, atau membuat kondisi yang sudah normal menjadi lebih indah.
Adapun rekonstruksi kelainan-kelainan yang dapat diperbaiki antara lain kelainan karena trauma atau cedera, yaitu sobekan pada kelopak mata. Kelainan karena cedera tulang-tulang rongga mata dapat menyebabkan bola mata masuk ke dalam (cekung) maupun menonjol ke luar. Kemudian, kelainan-kelainan bawaan pada kelopak, tulang rongga mata (orbita), serta saluran air mata, dan kantung bola mata (soket).
Selanjutnya kelainan yang disebabkan oleh tumor kelopak ataupun tumor di belakang bola mata, kelainan karena proses penuaan, seperti entropion involutional (kelopak bawah berputar ke dalam/ke atas bola mata sehingga bulu mata akan menusuk-nusuk kornea yang dapat berakibat kekeruhan pada kornea).
Ada juga kelainan saluran ekskresi air mata yang terjadi karena infeksi yang mengakibatkan mata berair dengan pembengkakan pada pangkal hidung (dacryocystitis).
Apakah hasil operasi dapat bertahan lama? Menurut Setiyo, hasil dari okuloplasti tergantung dari bakat bawaan dan faktor gaya hidup pasien, tetapi secara umum hasilnya dapat bertahan untuk waktu yang cukup lama.
"Pada umumnya pasien senang dengan penampilan mereka selama bertahun-tahun setelah dilakukannya operasi," jelasnya.