Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Legasi Tak Berujung

Kepemimpinan Soeharto diwarnai subyektivitas diri yang begitu kuat. Ia mewujudkan Indonesia yang ”makmur”, sentralistis, serta disegani tanpa peduli demokrasi dan hak asasi manusia. Keruntuhannya dimulai dari keagresifan anak-anaknya dalam berbisnis.

4 Februari 2008 | 00.00 WIB

Legasi Tak Berujung
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Jakarta, 1966. Soekarno yang memerintah enam tahun dengan Demokrasi Terpimpin yang gegap-gempita itu digantikan seorang tentara pendiam. Ia tampan, di tangannya ada selembar surat mandat berkuasa: Supersemar.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus