Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Memburu Bunyi-Bunyian Langka

PALMER Keen, anak muda asal Amerika Serikat, tertarik pada khazanah instrumen tradisi Nusantara yang sederhana tapi mampu mengeluarkan bunyi menarik. Dengan biaya sendiri, dia melakukan perjalanan ke pelosok Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Ia juga mengunjungi Kalimantan Barat, Sulawesi, dan Sumatera Selatan untuk merekam berbagai bunyi unik. Selain itu, ia mencatat sejarah alat musik tersebut. Semuanya lalu diunggah dalam situsnya, Auralarchipelago.com, agar banyak anak muda bisa mengenal bebunyian Nusantara.

11 Mei 2019 | 00.00 WIB

Peserta dari komunitas seni karuhun dan masyarakat karinding tatar Galuh memainkan alat musik Tradisional Karinding. ANTARA/Adeng Bustomi
Perbesar
Peserta dari komunitas seni karuhun dan masyarakat karinding tatar Galuh memainkan alat musik Tradisional Karinding. ANTARA/Adeng Bustomi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

BEBUNYIAN mirip lengkingan harpa mulut bersahutan di gubuk bambu Sugimo di Dusun Duren, Desa Beji, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pertengahan April lalu. Bunyinya cukup meneduhkan, apalagi ditambah suara cericit burung yang hinggap di pepohonan rumah Sugimo. Suara melengking tapi lembut itu berasal dari dua rinding yang dimainkan Sugimo, 68 tahun, dan Palmer Keen, etnomusikolog muda asal Amerika Serikat.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
TEMPO

TEMPO

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus