Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Arka Kinari, Romantisme Jalur Rempah

Berangkat dari Rotterdam pada 23 Agustus 2019, rombongan kapal Arka Kinari akhirnya melemparkan jangkar di Indonesia pada 1 September lalu. Kapal itu mengangkut pasangan suami-istri seniman, Nova Ruth Setyaningtyas dan Grey Filastine, dan enam awak lintas negara. Dalam tur minim jejak karbon ini, mereka menyinggahi sejumlah negara dan menggelar konser mini di atas kapal. Petualangan mereka diwarnai sejumlah tantangan, dari serangan badai, pandemi corona, hingga perizinan yang membuat mereka sempat terkatung-katung di lautan. Tak hanya berkampanye soal lingkungan, kru Arka Kinari terlibat dalam gerakan Jalur Rempah yang dicanangkan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Itu pula yang membuat mereka mengubah rute kunjungan, menuju sejumlah titik jalur rempah Nusantara: Sorong (Papua Barat), Banda Neira (Maluku), Selayar dan Makassar (Sulawesi Selatan), Benoa (Bali), dan Surabaya (Jawa Timur). Tempo melaporkan.

17 Oktober 2020 | 00.00 WIB

Tim Arka Kinari disambut oleh perahu kora-kora saat tiba di Banda Neira. Twan Im
Perbesar
Tim Arka Kinari disambut oleh perahu kora-kora saat tiba di Banda Neira. Twan Im

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Semua jari tanganku sampai ada bekasnya untuk rapid test, padahal baru sebulan masuk Indonesia,” kata Nova Ruth Setyangingtyas, melalui sambungan telepon, 1 Oktober lalu. Musikus asal Malang, Jawa Timur, itu tertawa kecil. Tak semata karena mesti berkali-kali menjalani tes cepat pengujian Covid-19, tapi lantaran Nova selama beberapa bulan terakhir tinggal di lautan. Rumahnya adalah kapal sepanjang 18 meter bernama Arka Kinari, yang artinya bertahan hidup di dalam kapal. Bahtera berumur 73 tahun itulah yang membawanya pulang kampung ke Indonesia, setelah lebih dari setahun mengarungi samudra. “Aku tetap harus rapid test. Padahal di lautan kan sebenarnya enggak ketemu siapa-siapa kecuali ikan.”

Nova tak sedang bertamasya. Arka Kinari membawanya menjelajahi lautan sejak bertolak dari Pelabuhan Rotterdam, Belanda, 23 Agustus tahun lalu. Bersama Arka Kinari, musikus hip-hop itu menjalani mimpinya: menyebarluaskan pesan untuk menjaga bumi, bijaksana dengan sampah, dan mengasihi lautan. Misi itu dia rawat bersama sang suami yang musikus sekaligus komposer asal Amerika Serikat, Grey Filastine. Mereka disokong tim relawan yang ikut serta dalam pelayaran: Benjamin Blankenship, Claire Fausat, Sarah Payne, Titi Permata, I Made Bradley, dan Tommy Panjang.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Isma Savitri

Setelah bergabung di Tempo pada 2010, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro ini meliput isu hukum selama empat tahun. Berikutnya, ia banyak menulis isu pemberdayaan sosial dan gender di majalah Tempo English, dan kini sebagai Redaktur Seni di majalah Tempo, yang banyak mengulas film dan kesenian. Pemenang Lomba Kritik Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019 dan Lomba Penulisan BPJS Kesehatan 2013.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus