Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Naturalisasi Sungai Beres Akhir 2019, Banyak Warga Krapu Tak Tahu

Anak Kali Ciliwung di Jalan Krapu, Pamendangan, Acol,Jakarta Utara akan menjadi salah satu lokasi program naturalisasi sungai Gubernur Anies Baswedan.

3 Mei 2019 | 21.33 WIB

Kondisi anak kali Ciliwung di jalan Krapu, Pamendangan, Ancol, Jakarta Utara yang akan menjadi salah satu lokasi progam naturalisasi sungai DKI Jakarta, Jumat 3 Mei 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq
Perbesar
Kondisi anak kali Ciliwung di jalan Krapu, Pamendangan, Ancol, Jakarta Utara yang akan menjadi salah satu lokasi progam naturalisasi sungai DKI Jakarta, Jumat 3 Mei 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Barisan rumah pemukiman warga hanya berjarak sekitar 2 meter dari bibir turap anak Kali Ciliwung di Jalan Krapu, Pamendangan, Acol, Jakarta Utara, yang akan menjadi salah satu lokasi progam naturalisasi sungai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies telah menargetkan progam naturalisasi sungai tersebut rampung dalam tahun ini. "Akhir tahun Insya Allah selesai," ujar Anies, Kamis 2 Mei 2019.
Baca : Program Naturalisasi Anies, Ini Sungai dan Waduk yang Jadi Target

Pantauan Tempo di kedua sisi dinding anak kali Ciliwung sepanjang jalan Krapu telah dibangun turab, kata salah seorang warga setempat Onah, turab tersebut sudah dibangun sejak puluhan tahun lalu. "Sudah lama, pas presiden masih Soeharto," ujarnya.

Onah menuturkan dalam beberapa waktu terkahir turab tersebut mulai ada yang longsor akibat sudah dimakan usia. Terakhir longsor tersebut terjadi pada November tahun lalu.

Menurut Onah, aliran dari Kali Ciliwung tersebut jarang menyebabkan banjir, meski hujan lebat air anak sungai itu belum pernah meluap sejak setahun terkahir. Termasuk saat banjir menerjang sebagai wilayah Jakarta beberapa waktu lalu.

Terkait program naturalisasi sungai DKI Jakarta, Onah mengaku belum mendengar kabar apa pun soal itu. Dari dinas atau pihak RT RW juga belum ada yang berbicara salah satu progam mengatasi banjir ala Anies Baswedan tersebut kepada Onah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Belum tahu, RT RW belum ada yang ngomong. Ya asal nggak gusur-gusur rumah silakan," ujarnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Hal yang sama juga disampaikan oleh warga Krapu lainnya Sinde, bahwa belum ada pemberitahuan dari RT RW terkait progam naturalisasi sungai.

Namun kata Sinde beberapa waktu lalu, Suku Dinas Tata Air setempat melakukan peninjaun di kawasan anak Sungai Ciliwung tersebut. "Kemarin sempat ada orang Suku Dinas Tata Air yang ke sini, sampai mengambil sample tanah," ujarnya.

Kata Sinde, saat itu Suku Dinas Tata Air menyebutkan akan membangun panjang di tepian anak sungai Ciliwung. "Tapi sampai saat ini belum ada apa apa lagi," ujarnya.

Program naturalisasi sungai dicetuskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di masa kampanye pemilihan gubernur lalu. Dia menginginkan sungai-sungai di Jakarta ditata secara alamiah.

Ketimbang dibeton permanen seperti proyek normalisasi sungai, Anies mengusulkan agar tepian sungai dibuat berundak-undak dengan dinding penahan dari tanah atau batu kali. Agar kokoh, tanggul alamiah itu tinggal ditanami pohon pengikat tanah.

Anies menjelaskan naturalisasi merupakan bagian program pengendalian banjir. Selain naturalisasi, pemerintah DKI akan melakukan langkah lain untuk mencegah banjir seperti membangun kolam retensi dan waduk, drainase vertikal, serta tanggul di pesisir Jakarta untuk mencegah rob.

Simak pula :
Banjir Jakarta, Anies Klaim Naturalisasi Sungai Selesai 2019

Menurut Pelaksana tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan lokasi bakal dinaturalisasi ialah kawasan Kali Ciliwung Krapu dan Kanal Banjir Barat sekitar Dukuh Atas, dengan panjang sekitar 500 meter. Tujuan naturalisasi ialah untuk membentuk ruang kali agar bisa menjadi ruang publik.

Alasan pemerintah DKI memilih lokasi tersebut, kata Yusmada, karena pemerintah Jakarta berwenang untuk menata dua kali itu. Sedangkan kewenangan untuk menata 13 sungai besar yang melalui Jakarta, seperti Ciliwung berada di tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menurut Yusmada, efektivitas program naturalisasi itu juga bergantung dengan program antisipasi banjir lainnya seperti pembangunan situ dan waduk, naturalisasi sungai, dan pengendalian rob. “Jadi pendekatannya enggak bisa satu-satu,” ujarnya

TAUFIQ SIDDIQ | GANGSAR PARIKESIT

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus