Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan peranti audio video mobil berbasis android mengalami peningkatan selama 6 bulan terakhir di sentra suku cadang dan perlengkapan otomotif Atrium, Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pedagang audio mobil di Atrium Senen Arif Murahman mengatakan segmen pengemudi taksi berbasis daring juga berkontribusi terhadap tingginya penjualan head unit android.
Baca: Polisi Razia Penggunaan GPS Ponsel Pekan Ini, Awas Kena Denda
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
"Semakin tegasnya polisi dalam menilang pengguna telepon pintar sebagai petunjuk arah saat berkendara membuat banyak kalangan pengemudi taksi online membeli head unit android," kata Arif kepada Antara, Senin 25 Februari 2019
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Seperti halnya telepon pintar, lanjut dia, head unit android bisa digunakan untuk mencari lokasi dengan fitur global positioning system (GPS) sekaligus menghubungi orang lain baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Sebelumnya, polisi menyatakan akan memberikan sanksi tilang kepada pengemudi yang masih menggunakan GPS ponsel dengan alasan bisa mengganggu konsetrasi berkendara sedangkan GPS bawaan mobil masih diperbolehkan.
Dia mengatakan, saat ini produk-produk head unit android yang ada di pasaran berasal impor dari Cina. "Tidak menutup kemungkinan, produk dari negara lain masuk ke Indonesia mengingat tren penjualan yang positif ini," kata Arif.
Pedagang audio mobil di Toko Perdana Audio, Charles Marpaung mengungkapkan penjualannya bisa mencapai empat unit per pekan padahal pada September 2018, penjualan head unit android rata-rata mencapai dua unit per pekan.
Simak: Penggunaan GPS Ponsel Tidak Akan Ditilang, Asalkan...
"Pembeli head unit android meningkat hampir 100 persen sejak awal kemunculannya di pasar nasional sejak September tahun lalu," kata Charles.
Menurut dia, semakin banyak orang memilih perangkat hiburan layar sentuh model terbaru itu karena fitur-fitur yang ditawarkan lebih bervariasi dan mudah diakses. "Dengan head unit android konsumen seperti mengoperasikan telepon pintar mereka," kata Charles.
ANTARA