Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) melaporkan kelompok hacker REvil di balik serangan siber yang dialami perusahaan pemasok daging terbesar di dunia, JBS. Kelompok yang juga dijuluki Sodinokibi itu melumpuhkan rumah jagal terbesar di Amerika Serikat, termasuk satu di Kanada, yang termasuk jaringan perusahaan asal Brasil tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Laporan FBI mengikuti pernyataan dari Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre, yang mengindikasikan bahwa serangan itu kemungkinan berasal dari organisasi yang berbasis di Rusia. Kelompok REvil juga berasal dari Rusia. Jejak kelompok ini muncul dalam serangan ransomware yang menyasar Apple dan Acer baru-baru ini, serta Travelex tahun lalu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
JBS belum mengungkapkan apakah serangan yang dialaminya melibatkan ransomware, meskipun penutupan luas seperti yang dialaminya konsisten dengan efek serangan ransomware di perusahaan lain. Jika benar, serangan ini menandai satu lagi profil infrastruktur yang tinggi yang ditargetkan kelompok peretas Rusia.
JBS memang tidak berbasis di Amerika, tapi karena memasok seperlima kebutuhan konsumsi daging dunia, serangan itu berpotensi mengganggu ketersediaan daging sapi dan babi secara global jika tidak segera diatasi. Atas dasar itu pula Gedung Putih menawarkan dukungan kepada perusahaan.
Ini adalah serangan besar kedua terhadap infrastruktur Amerika yang dilakukan hacker Rusia selama dua bulan belakangan. Kelompok di balik serangan perusahaan minyak di Amerika, Colonial Pipeline, yang terjadi bulan lalu juga diyakini telah dilakukan oleh kelompok yang berbasis di Rusia.
THE VERGE | ZD NET