Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta -Terkait arus balik Lebaran 2019, PT ASDP Indonesia Ferry memperkirakan 509.000 pemudik yang sudah kembali menyebrang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, semetara PT Pelni melansir imbauan ke para calon penumpang.
Arus balik dari Bakauheni, Bandarlampung sampai menuju Merak, Senin, 10 Juni 2019 atau H+4 arus balik, diikuti 50.492 unit kendaraan roda dua, dan 61.380 unit roda empat lebih.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca : Arus Balik Padat di Tol Cikampek, Ini Imbauan Jasa Marga
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Imelda Alini mengatakan pada H+2 dan H+3 total kendaraan sudah mencapai 37,737 unit roda empat. Dia membandingkan dengan Pelabuhan Merak saat arus mudik itu lebih tinggi.
"Dapat dikatakan, akhir pekan kemarin menjadi puncak arus balik untuk kendaraan roda empat dari Bakauheni menuju Merak," kata Imelda, Senin, 10 Juni 2019.
Menurut data ASDP dalam rilis Senin 10 Juni 2019, trafik penumpang mengalami kenaikan signifikan pada H+3 sebanyak 165.260 orang, dan pada H+2 sebanyak 156.934 orang. Khusus penumpang pejalan kaki mencapai 24.415 orang pada H+3 lebaran.
Untuk penumpang pejalan kaki pada arus balik dari hari kedua Lebaran Kamis, 9 Juni 2019 hingga H+4 Senin sore, 10 Juni 2019, sudah mencapai 62 persen, dan penumpang di dalam kendaraan mencapai 56 persen atau sebanyak 430.827 orang. Diikuti roda dua sebanyak 61 persen, sedangkan roda empat lebih telah mencapai 56 persen.
Menurut Imelda pemberlakuan deferensiasi tarif penyebrangan arus mudik dan balik juga menjadi faktor meningkatnya penyebrangan pada siang hari.
Baca : Arus Balik H + 5, Antrean dari Bakauheni ke Merak Capai 4 Jam
Imelda mengungkapkan sempat terjadi antrian yang sangat panjang dikarenakan arus balik yang pendek dibandingkan dengan arus mudik.
"Akhir pekan kemarin terjadi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni mengingat volume penumpang dan kendaraan pada arus balik mencapai puncaknya dengan periode arus balik yang lebih pendek dibandingkan arus mudik," katanya.
Penjualan tiket non seat tetap mengutamakan keselamatan pelayaran. Pelayanan tiket dispensasi akan mengurangi tingkat kenyamanan pelanggan, hal tersebut dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

Dalam penjualan tiket non seat, petugas telah dan akan menjelaskan kepada penumpang bahwa risiko tiket non seat adalah tidak mendapatkan tempat tidur permanen. Mereka dapat menempati di tempat yang aman dan tidak membahayakan keselamatan.
Bila ada penumpang arus balik Lebaran 2019 yang mau membatalkan tiket perjalanan, maka pihak kapal diwakili oleh Mualim 1 atau Mualim 2 beserta kepala operasi cabang PT Pelni membuat berita acara tiket batal 100% di pelabuhan asal penumpang.
EKO WAHYUDI | DA
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini