Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Lampaui HET, Harga Minyak Goreng Curah di Medan Rp 18 Ribu per Liter

Harga minyak goreng curah pada sejumlah pasar tradisional di Medan tak sesuai HET, terpantau melambung hingga tembus Rp 18 ribu per liter.

23 Maret 2022 | 06.49 WIB

Warga antre membeli minyak goreng curah ke pedagang pengecer di Pasar Masomba di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 18 Maret 2022. Sebagian warga memilih untuk beralih ke minyak goreng curah yang harganya jauh lebih murah dibanding minyak goreng kemasan. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Perbesar
Warga antre membeli minyak goreng curah ke pedagang pengecer di Pasar Masomba di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 18 Maret 2022. Sebagian warga memilih untuk beralih ke minyak goreng curah yang harganya jauh lebih murah dibanding minyak goreng kemasan. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak goreng curah pada sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Sumatera Utara, terpantau tidak sesuai harga eceran tertinggi. Harganya melambung hingga menembus Rp 18.000 per liter.

"Harga minyak goreng Rp 18.000 per liter yang curah di Kota Medan," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Emilia Lubis di Medan, Selasa, 22 Maret 2022.

Melambung harga komoditas ini, lanjut dia, tepat sepekan setelah pemerintah mencabut harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sawit, baik curah, kemasan sederhana maupun kemasan premium.

Kementerian Perdagangan per 16 Maret 2022 menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.11/2022 mencabut ketentuan HET Permendag No.06/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng.

Dalam Permendag No.11/2022, pemerintah melepas harga minyak goreng kemasan baik sederhana dan premium ke pasar. Sedangkan minyak goreng curah diberikan subsidi dengan HET sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

"Yang (minyak goreng) kemasan sederhana sudah sampai Rp 25.000 hingga Rp28.000 per liter. Karena kemasan ini kan sudah dilepas ke mekanisme pasar," terang dia.

Ia mengaku hingga kini persediaan kebutuhan minyak goreng, baik curah maupun kemasan sederhana dan premium tercatat di tingkat distributor dan gudang tercatat 2.238 ton.

"Stok minyak goreng itu cukup untuk 1,5 bulan, dan pabrik masih terus memproduksi. Kalau kebutuhan di Kota Medan 1.826 ton per bulan," ucap Emilia Lubis.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus