Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Perusahaan PT Mitra Adiperkasa (MAP) Tbk Fetty Kwartati menyebutkan alasan utama rencana penutupan gerai-gerai Lotus Department Store. Salah satunya karena bisnis brand retail anak perusahaan PT Java Retailindo ini kurang baik.
"Bisnis Lotus akan discontinued. Ke depannya tidak akan ada bisnis Lotus lagi," ujarnya ketika dihubungi Tempo, Rabu, 25 Oktober 2017.
Baca: Lotus Department Store Dikabarkan Tutup, Toko Diserbu Pembeli
Pernyataan Fetty itu menanggapi rencana penutupan sejumlah gerai Lotus Department Store akhir bulan ini, salah satunya yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Penutupan gerai Lotus, kata Fetty, juga merupakan bagian dari program restrukturisasi unit bisnis departemen store untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Roy Nicolas Mandey menduga kondisi industri retail saat ini, yang tengah dalam tahap pemulihan, turut memukul sejumlah perusahaan. Hal tersebut pula yang terjadi pada Lotus Department Store, yang akhirnya berencana menutup gerainya.
Roy menjelaskan, industri retail pada semester satu tahun ini tumbuh tak sampai 4 persen, hanya sekitar 3,75 persen. Merespons hal itu, para pengusaha retail hingga kini terus berjuang menggenjot performa, misalnya dengan meninjau ulang lokasi penjualan. "Lokasi ini hal utama yang diperhatikan saat pertama kali membuka lokasi retail,” ucapnya.
Sebelum Lotus Department Store, tercatat beberapa retail mengurangi sejumlah gerai hingga menutup bisnisnya pada tahun ini. Sejumlah retail yang menutup gerainya adalah Seven Eleven, Matahari, Hypermart, dan Ramayana.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini