Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Mobil Tangki Pertamina Dibajak, Bagaimana Nasib Pasokan BBM?

Dua mobil Pertamina dibajak dan diarahkan ke Istana Negara.

18 Maret 2019 | 16.32 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Sejumlah pekerja Awak Mobil Tanki (AMT) Pertamina melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi yang pernah digelar pada Desember 2018 lalu dengan tuntutan yang sama yaitu penyelesaian upah lembur yang belum dibayarkan, pengangkatan kru AMT sebagai karyawan tetap dan pembatalan pemecatan sepihak. Dalam aksi kali ini para AMT membawa 2 buah mobil tanki sebagai bentuk protes. TEMPO/Muhammad Hidayat

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III menjamin pasokan BBM ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten tidak terganggu pasca pembajakan dua truk tangki Pertamina yang terjadi pada Senin, 18 Maret 2019 pada pukul 05.00 WIB di pintu Tol Ancol, Jakarta Utara.

Baca: Mobil Tangki Pertamina Berisi Biosolar Dibajak di Ancol

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami menjelaskan rantai distribusi BBM di wilayah menjadi tanggung jawab MOR III tidak mengalami gangguan. "Distrbusi normal, tidak terganggu (oleh peristiwa pembajakan)," ujar Dewi saat dihubungi Senin, 18 Maret 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dua mobil tangki yang dibajak tersebut adalah truk tangki berkapasitas 32 kiloliter, yang baru saja berangkat dari Depo Plumpang untuk mengirim BBM jenis biosolar ke SPBU di Tol Jakarta-Merak KM 13,5.

Dewi menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengirimkan truk pengganti ke SPBU tujuan. "Untuk penyaluran ke SPBU terkait sudah langsung dikirim truk pengganti, jadi tidak ada kendala distribusi," ujarnya.

Selain itu, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III dan Patra Niaga selaku operator truk tangki Pertamina akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengamankan operasional truk tangki dan mencegah terulangnya insiden pembajak truk.

Kedua truk tersebut kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan akan segera dikembalikan ke Depo Pertamina Plumpang.

Sementara itu, Humas Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Wadi Atmawijaya membantah telah terjadi pembajakan truk tangki. Kata dia, anggota serikat mengajak sopir pembawa truk tangki untuk membawanya ke depan halaman Monas.

"Kami ajak untuk ke Monas dan dia mau. Bukan pembajakan, karena mungkin sopir memiliki empati terhadap kami yang di-PHK," ujar Wadi.

Dia beralasan, aksinya ini sebagai kekecewaan terhadap PT Pertamina Patra Niaga terkait di PHK-nya ribuan awak mobil tangki, tidak diangkatnya sebagai karyawan tetap, serta tidak ada upah proses selama 21 bulan sejak di PHK.

ANTARA

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus