Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Seperti namanya, obat tidur membantu orang yang meminumnya tertidur. Bagi mereka yang memiliki gangguan tidur seperti insomnia, menggunakan obat ini untuk membantu mereka tidur apabila cenderung terbangun di tengah malam.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ada berbagai jenis obat tidur. Dilansir dari clevelandclinic.org, masing-masing obat tidur tersebut bekerja secara berbeda. Sebagian obat tidur menyebabkan kantuk. Sementara yang lain membungkam area otak, yang membuat Anda tetap terjaga. Studi menunjukkan obat tidur tidak begitu membantu dalam meningkatkan istirahat malam yang baik.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kebanyakan orang yang memanfaatkan obat ini akan tidur sekitar 8-20 menit lebih cepat daripada mereka yang tidak minum obat. Rata-rata mereka mendapatkan tambahan waktu tidur selama 35 menit.
Sekitar 8-10 orang mengalami efek samping sehari setelah minum obat tidur. Mereka merasa mengantuk, berpikir, kacau, dan merasakan pusing atau masalah keseimbangan.
Obat tidur yang dijual bebas dan diresepkan tanpa disadari mengakibatkan efek samping. Di antaranya sembelit, mulut kering, kelemahan otot, sampai dengan masalah pencernaan.
Efek Samping Obat Tidur
Melansir sleepfoundation.org, 80 persen orang yang menggunakan obat tidur resep melaporkan merasakan setidaknya satu dari efek samping pada hari berikutnya. Misalnya, mempengaruhi mengemudi Anda di pagi hari setelah meminumnya. Bahkan, efek samping juga berdampak negatif pada kinerja, hubungan sosial, dan kesejahteraan serta kualitas hidup secara keseluruhan.
Parasomnia menjadi salah satu efek samping obat yang tergolong berbahaya karena menggambarkan sejumlah perilaku berjalan sambil tidur, berbicara sambil tidur, makan saat tidur, dan mengemudi saat tidur. Belum lagi, reaksi alergi terhadap obat tidur sangat direkomendasikan berhenti minum obat dan segera menemui penyedia layanan kesehatan terdekat.
Lantaran sebagian besar obat tidur dirancang hanya untuk penggunaan jangka pendek dalam beberapa minggu atau kurang. Sayangnya, beberapa orang mungkin terus menggunakannya dalam jangka panjang atau kecanduan.
Kecanduan obat tidur menghasilkan gangguan koordinasi motorik, vertigo, ketidakmampuan untuk fokus, atau mengingat sesuatu, dan euforia. Kemungkinan juga menjafdi tergantung secara psikologis pada obat tidur.
BALQIS PRIMASARI
Baca juga: Bahaya Melatonin Sebagai Obat Tidur