Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin pernah mendengar istilah KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Yang kerap terjadi adalah kekerasan dalam bentuk fisik, seperti pemukulan dan bentuk siksaan fisik lain.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Namun, sebenarnya kekerasan tak cuma dalam bentuk fisik saja. Ada juga kekerasan dalam bentuk psikis atau emosional. Korban dari kekerasan ini sering disakiti perasaannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berikut beberapa contoh yang menjelaskan segala bentuk kekerasan secara psikis atau emosional dalam hubungan cinta, dilansir dari Boldsky.
Membatasi atau melarang
Apakah pasangan membatasi Anda dalam segala hal? Apakah dia menetapkan aturan dan meminta Anda untuk menaatinya? Membatasi kebebasan seseorang dalam cara apapun bisa menjadi salah satu bentuk kekerasan emosional.
Mengancam
Apakah pasangan mengancam Anda dalam segala hal? Bahkan, memfitnah juga merupakan bentuk kekerasan secara emosional.
Mengisolasi
Apakah pasangan mengisolasi dirinya sendiri? Atau, apakah pasangan mengisolasi Anda dari anggota keluarga? Maka itu adalah jenis kekerasan.
Menuduh
Apakah pasangan membuat tuduhan palsu sepanjang waktu? Itu berarti dia tidak ingin mendengar penjelasan dari Anda. Pasangan hanya ingin menyalahkan Anda.
Mengejek, merendahkan, meremehkan
Apakah pasangan sering membuat lelucon dengan cara mengolok-olok Anda? Apakah dia menikmati tindakan yang membuat Anda tampak buruk itu? Jika ya, itu adalah kekerasan dalam tingkat emosional.
Kritik terus-menerus
Apakah pasangan terus-menerus mengkritik tanpa alasan yang jelas? Apakah dia bahagia dengan mengumpat segala kelemahan Anda?
Meninggalkan atau mengabaikan
Apakah pasangan telah mengabaikan kebutuhan untuk waktu yang lama? Ini berarti dia telah menelantarkan Anda tanpa memberitahu sebab dan alasannya.
Memaksa atau memerintah
Apakah pasangan memaksa untuk melakukan sesuatu? Tidak ada seorang pun yang berhak untuk melakukannya. Jika pasangan suka memerintah atau menyuruh dan mengharapkan Anda untuk patuh kepadanya, pikirkan lagi. Itu termasuk bentuk kekerasan psikis.