Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin mengembangkan wisata yang mengandalkan kuliner lokal. Dari aspek minuman, misalnya, ia ingin kopi menjadi keunggulan di Banyuwangi.
Baca juga:Kopi Joss, Minuman Berdesis dari Arang yang Membara
"Sekarang startup kopi sudah tumbuh di Banyuwangi," katanya di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.
Menurut dia kopi lokal dari perkebunan Banyuwangi bisa dimanfaatkan untuk potensi wisata. Ia menjelaskan hampir setiap tahun warung kopi atau juga kedai kopi bermunculan di Banyuwangi.
"Kalau enggak ke sana (Banyuwangi) dua tahun, pasti lihat ada yang berubah (warung kopi)," ujarnya.
Saat peluncuran kalender acara untuk ‘Majestic Banyuwangi Festival’ pada Selasa, 29 Januari 2019 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, stan kopi produk Banyuwangi pun disediakan. Beberapa produk kopi dari perkebunan Banyuwangi itu di antaranya dinamai yang identik dengan Banyuwangi, Jaran Goyang dan Semar Mesem.
Hampir semua kopi produk Banyuwangi ini berjenis Robusta. Ciri khasnya, konon, karena terkena uap lereng Gunung Ijen, dan embusan angin laut, maka kopi Banyuwangi ini lebih punya cita rasa agak asam. Istilah Jaran Goyang sendiri adalah jenis mantra asih yang berkembang dalam masyarakat Suku Osing di Banyuwangi. Demikian juga Semar Mesem, yang dikenal untuk menarik perhatian alias terpincut.
Baca: Banyuwangi Jadi Kota Festival Terbaik, Ada 99 Agenda Wisata
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini