Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu kue tradisional asal Palembang yang tidak boleh dilewatkan saat menggelar acara adalah maksuba. Di tempat aslinya, maksuba menjadi kue spesial untuk dibawa sebagai hantaran calon pengantin laki-laki saat berkunjung ke kediaman calon pengantin perempuan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kue ini hampir mirip dengan kojo yang juga merupakan kue tradisional asal Palembang, menurut indonesia.go.id. Hanya saja, maksuba mengandung susu dan tidak berwarna hijau. Sekilas, kue ini mirip dengan kue lapis legit yang memiliki warna kuning dan coklat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Keunikan kue maksuba ada pada telurnya yang menggunakan telur bebek. Manfaat dari telur ini bisa membuat tekstur kue terasa pulen, padat dan nikmat. Dalam satu kali pembuatan kira-kira dibutuhkan 28 hingga 30 butir telur bebek.
Dalam membuatnya, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang menjadi kunci keberhasilan. Apalagi jika dimasak menggunakan pemanggang tradisional berbahan kayu bakar atau arang kayu. Sebab, pembuatnya perlu menjaga agar kue tidak gosong dan memperhatikan apinya supaya terus menyala dan stabil.
Zaman dulu, kue maksuba ini hanya bisa dibuat oleh juru masak tradisional di Palembang, yakni Panggong. Konon, Panggong mewarisi kemampuan memasak kue secara turun temurun. Namun sekarang siapa saja sudah bisa membuat kue lezat nan lembut satu ini.
Biasanya, satu loyang maksuba dapat terbagi menjadi 15 kue yang dihasilkan dari proses selama 3 jam. Karena prosesnya yang panjang, maka kue satu ini dijual dengan harga yang cukup mahal, yakni Rp 200 ribu hingga 350 ribu per loyang.
LAURENSIA FAYOLA