Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Mantan Memata-matai Anda? Waspadai Kekerasan Psikis dan Fisik

Dalam beberapa kasus, menguntit yang dilakukan mantan memiliki potensi bahaya, bahkan mematikan.

14 Januari 2018 | 20.05 WIB

Ilustrasi wanita sedih/putus cinta. Shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi wanita sedih/putus cinta. Shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Saat cinta tidak bisa diselamatkan, perpisahan menjadi jurang yang harus diseberangi. Bagi beberapa orang, sulit menerima perpisahan. Mereka tetap berusaha mencari tahu kabar dan apa kegiatan sang mantan. Saat menguntit dirasa tak cukup, mereka nekat muncul di tempat-tempat mantan beraktivitas.

Dimata-matai mantan jelas bukan hal menyenangkan. Kalau aksi memata-matai sudah melampaui batas, apa yang harus dilakukan?

CEO Haven, sebuah perusahaan nirlaba yang bergerak di bidang pemberian bantuan untuk korban kekerasan dalam rumah tangga di Oakland, Amerika Serikat, Beth Morrison, mengatakan, dalam beberapa kasus, menguntit memiliki potensi bahaya, bahkan mematikan.

Baca: Ruben Onsu Sakit, Ini Penyebabnya Kata Ayu Ting Ting

“Bagi beberapa orang, dimata-matai (khususnya oleh mantan) tampak tidak berbahaya. Mungkin Anda menilai mantan memata-matai karena gigih memperjuangkan cinta meski perasaan Anda kepadanya telah berakhir. Sebenarnya, Anda patut waspada. Menguntit berkaitan dengan pengontrolan diri. "Penguntit akan mengerahkan keinginan dan niat terhadap target tanpa menghargai apa yang diinginkan target," kata Morrison.

Awalnya, si penguntit hanya memperhatikan dari jauh atau sekadar menanyakan kabar. Ketika target terlihat bisa bangkit dari kandasnya hubungan (apalagi sudah memiliki pasangan baru), saat itulah kegiatan memata-matai berubah menjadi ancaman kekerasan, baik psikis maupun fisik.

Dalam beberapa kasus, mantan yang menjelma menjadi penguntit tidak lagi mengenal batas mana yang boleh dilakukan dan yang tidak. Yang penting, menemukan jalan untuk mencapai tujuan.

Baca: Demi Sembuh, Ruben Onsu Harus Makan 9 Telur Sehari

“Seiring waktu, penguntit makin tidak terkendali. Mereka kemudian memutuskan mengambil kendali atas si target. Ancaman kekerasan sangat mungkin terjadi,” ujar Morrison.

Karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat jika Anda dimata-matai mantan. Sebab, aksi mantan itu bisa jadi bukan ekspresi rasa rindu semata.

TABLOID BINTANG

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus