Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Mengapa Sering Mengeluh Dapat Membahayakan Kesehatan?

Meskipun dapat menurunkan suasana hati dan kebahagiaan, mengeluh juga dapat berdampak besar pada fungsi otak dan tubuh.

22 September 2023 | 07.04 WIB

Ilustrasi pria di tempat kerja. lovebscott.com
Perbesar
Ilustrasi pria di tempat kerja. lovebscott.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Mengeluh secara terus-menerus tidak hanya akan membuat orang lain putus asa, namun juga dapat membahayakan kesehatan. Meskipun dapat menurunkan suasana hati dan kebahagiaan, mengeluh juga dapat berdampak besar pada fungsi otak dan tubuh.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dilansir dari WKBW 7 News Buffalo, berikut beberapa hal yang menyebabkan sikap negatif mengeluh secara terus-menerus dapat membahayakan kesehatan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

1. Mudah Berpikir Negatif

Semakin banyak mengeluh, semakin besar kemungkinan memikirkan pikiran negatif di kemudian hari. Setiap kali mengeluh, otak secara fisik mengatur ulang fungsinya untuk mempermudah. Reaksi itu sejenis pemikiran terjadi berulang kali. Kemudian berpikir negatif pada akhirnya melahirkan lebih banyak pemikiran negatif.

2. Dapat Merusak Memori

Otak bertanggung jawab untuk fungsi kognitif. Keluhan terus-menerus dapat menyebabkan penyusutan hipokampus pada otak. Hipokampus yang lebih kecil menyebabkan penurunan memori dan kemampuan beradaptasi dengan situasi baru di antara fungsi-fungsi lainnya. Hal ini dapat terjadi bahkan hanya karena stres selama beberapa hari dan menyebabkan kerusakan jangka panjang.

3. Meningkatkan Kadar Kortisol atau Hormon Stres

Saat mengeluh, kadar kortisol yang dikenal juga dengan hormon stres akan meningkat. Tingkat kortisol yang tinggi secara kronis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko depresi, masalah pencernaan, masalah tidur, tekanan darah tinggi, dan bahkan peningkatan risiko penyakit jantung.

4. Dapat Memperpendek Umur

Mengeluh secara terus-menerus tidak hanya berdampak buruk pada otak, namun dapat merugikan dalam jangka panjang. Menurut artikel berjudul Archives of General Psychiatry, orang yang optimis hidup lebih lama daripada orang yang pesimis, dengan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 55 persen lebih rendah dan risiko kematian akibat gagal jantung sebesar 23 persen lebih rendah.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus