Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Pemakaian Baking Soda yang Aman dan yang Berisiko untuk Kesehatan

Dengan manfaat yang saling bertolak belakang, apakah baking soda aman dikonsumsi?

2 Desember 2021 | 06.07 WIB

Ilustrasi baking soda. Mylifetime.com
Perbesar
Ilustrasi baking soda. Mylifetime.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Baking soda adalah bahan yang terkandung dalam berbagai makanan, misalkan krim, jus buah, dan lainnya. Ada pula yang mengkonsumsi baking soda untuk mengatasi masalah pencernaan. Namun demikian, baking soda juga menjadi salah satu unsur yang ampuh untuk membersihkan perabot rumah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dengan faedah yang saling bertolak belakang itu, apakah baking soda aman dikonsumsi? Mengutip laman Medical News Today, penggunaan baking soda relatif aman asalkan tidak berlebihan. Ibu hamil dan anak-anak harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung baking soda.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lantaran bersifat basa, baking soda atau natrium bikarbonat yang dicampur dengan air dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti mulas dan menetralkan asam lambung. Namun demikian, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakannya untuk mencegah efek samping yang tak diinginkan.

Berikut efek samping jika terlalu banyak mengkonsumsi baking soda:

  • Keracunan
    Terlalu banyak mengkonsumsi baking soda dapat mengakibatkan keracunan. Ketika seseorang mengkonsumsi natrium bikarbonat dalam jumlah tinggi, tubuh mencoba memperbaiki keseimbangan garam dengan menarik air ke dalam sistem pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan diare dan muntah. Selain itu, kebanyakan natrium dapat memicu dehidrasi, kejang, gagal ginjal, dan sesak napas.

  • Iritasi lambung
    Sebab harus berkonsulasi dengan dokter sebelum mencoba mengatasi masalah pencernaan dengan baking soda dan air karena mengkonsumsinya dalam jumlah yang tidak tepat dapat memicu gangguan lambung. Ketika baking soda yang bersifat basa bercampur dengan asam lambung, kemudian terjadi reaksi kimia yang akan menyebabkan pelepasan gas. National Capital Poison Center (NCPC) mengingatkan jika seseorang mengkonsumsi terlalu banyak baking soda, maka gas dapat menumpuk di perut, sehingga berisiko lambung pecah.

  • Keracunan pada anak
    Sebaiknya anak-anak tidak mengkonsumsi apa pun yang mengandung natrium bikarbonat. Apabila anak tersebut mengalami intoleransi, maka dia akan merasakan gejala awal keracunan, seperti diare dan muntah. Jika hal ini terlanjur terjadi, maka beri anak air minum, menyeka sisa soda kue di mulut dengan kain basah yang lembut, dan bawa ke rumah sakit.

  • Gangguan reaksi obat-obatan
    Canadian Society of Intestinal Research mengatakan bahwa baking soda dapat memengaruhi cara tubuh menyerap obat. Hal ini tergantung pada obat yang diminum seseorang.

  • Dapat menyebabkan gangguan jantung
    Baking soda mengandung natrium yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat mempengaruhi kerja jantung. Studi kasus pada 2016 mencatat keracunan baking soda memicu aritmia jantung bagi beberapa individu. Ada juga kasus overdosis soda kue yang mengakibatkan serangan jantung. Ini terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti memompa darah, yang bisa berakibat fatal. Orang dengan penyakit kardiovaskular perlu menghindari penggunaan natrium bikarbonat.

ANDINI SABRINA | MEDICAL NEWS TODAY

Baca juga:

Tips Merawat Buku Agar Tetap Awet, Gunakan Baking Soda?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus