Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Psikolog Sebut Pentingnya Pendidikan Seksual pada Anak di Era Digital

Peran orang tua sangat penting untuk membuka informasi mengenai kesehatan dan pendidikan seksual kepada anak, khususnya anak perempuan.

21 April 2024 | 16.24 WIB

Relawan Yayasan Kepedulian Untuk Anak (Kakak) memberikan sosialisasi dan edukasi untuk warga pada aksi bertajuk Jo Kawin Bocah, Stop Kekerasan dan Eksploitasi Seksual saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) Solo, Jawa Tengah, Ahad, 24 Juli 2022. Aksi tersebut digelar untuk memperingati Hari Anak Nasional. ANTARA/Maulana Surya
Perbesar
Relawan Yayasan Kepedulian Untuk Anak (Kakak) memberikan sosialisasi dan edukasi untuk warga pada aksi bertajuk Jo Kawin Bocah, Stop Kekerasan dan Eksploitasi Seksual saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) Solo, Jawa Tengah, Ahad, 24 Juli 2022. Aksi tersebut digelar untuk memperingati Hari Anak Nasional. ANTARA/Maulana Surya

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, Lenny Utama Afriyenti, mengatakan anak perlu diajarkan pendidikan seksual sesuai masanya di era digital dan tidak bisa disamakan dengan zaman dulu yang masih tabu mengenai keterbukaan informasi seksual.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Dulu itu belum mengerti tentang keterbukaan dan hal-hal seperti ini, dianggap tabu orang tua kita dulu. Sekarang generasi Y (usia 30-an tahun) perlu keterbukaan, jangan sampai anak mendapatkan informasi yang salah dari media sosial,” kata Lenny dalam diskusi kesehatan, Minggu, 21 April 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ia mengatakan era yang berbeda butuh cara pendekatan yang berbeda juga, yakni mengutamakan komunikasi terbuka. Di sini peran orang tua sangat penting untuk membuka informasi mengenai kesehatan dan edukasi seksual kepada anak, khususnya anak perempuan. Ia mengatakan orang tua perlu membangun kedekatan meski anak sudah berusia di atas 10 tahun. Ajak anak mengobrol dan berikan edukasi kesehatan perempuan di usia ini.

“Makanya kelekatan tidak hanya dibangun pada awal usia pertumbuhan 0 sampai 5 tahun. Kelekatan itu dibangun sampai kapan pun. Jika anak perempuan usia 10 atau 11 tahun, dekati lagi anaknya, ajak ngobrol, dipeluk, jangan sampai dia mendapat pelukan dari tempat yang salah,” jelasnya.

Sesuaikan dengan daya serap anak
Psikolog di RS Permata Depok ini mengatakan pembelajaran tentang edukasi seksual bisa dilakukan dengan banyak cara dan disesuaikan dengan tipe belajar dan daya serap anak. Jika gaya belajar lebih suka dengan visual bergambar, orang tua bisa membelikan buku tentang pendidikan seksual yang bergambar dan mudah dimengerti anak.

Orang tua bisa menjelaskan proses menstruasi pasti akan dilalui semua perempuan dan hal tersebut normal. Ajak anak juga terbuka tentang apa saja mengenai seksualitasnya. Namun sebelum memberikan edukasi pada anak, Lenny menyarankan orang tua juga terlebih dulu mempelajari hal tersebut agar tidak salah menerjemahkan kepada anak.

“Jadi kita dulu yang membuka percakapan, jangan anak yang bertanya dulu. Kalau anak bertanya duluan dan sudah terjadi kemungkinan dia takut. Jadi kita seperti pasang jangkar dulu, itu akan lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa,” tandas Lenny.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus