Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Gaya Hidup

Risiko Kehamilan Tak Direncanakan, Anak Stunting atau Cacat

BKKBN mengimbau masyarakat untuk merencanakan kehamilan demi menghindari kehamilan yang tidak disengaja. Cek sebabnya.

23 Juni 2023 | 20.53 WIB

Ilustrasi wanita hamil. Freepik.com/user18526052
Perbesar
Ilustrasi wanita hamil. Freepik.com/user18526052

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kehamilan harus direncanakan, bahkan sejak sebelum menikah, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat ibu hamil dan kelahiran bayi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan kehamilan demi menghindari kehamilan yang tidak disengaja atau unwanted pregnancy.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

"Semakin ke sini semakin banyak keluarga yang mengalami unwanted pregnancy maka kehamilan harus dipersiapkan," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam acara "Waktu Indonesia Berencana", Jumat, 23 Juni 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dia menyebutkan kehamilan yang tidak direncanakan dapat menimbulkan sejumlah risiko, seperti risiko pada ibu, cacat, hingga stunting pada anak. "Namanya saja bereproduksi, menghasilkan manusia baru, maka harus dipikirkan dengan baik. Menciptakan alat seperti motor saja dipikirkan, apalagi manusia?" ucapnya.

Jangan terlalu kurus
Hasto mengungkapkan perencanaan kehamilan juga harus dilakukan jika kondisi calon ibu belum memungkinkan untuk hamil. Untuk hamil, calon ibu harus memiliki lingkar atas lengan sebesar 23,5 cm dan tidak memiliki penyakit seperti anemia.

"Bisa diperiksa di puskesmas atau bidan, kalau sekiranya terlalu kurus maka lebih baik ditunda dulu menggunakan pil KB atau kondom," ujar Hasto.

Dia juga mengimbau masyarakat yang sudah terlanjur menikah pada usia muda (18-19 tahun) agar menunda kehamilan karena dapat berisiko mengganggu pertumbuhan tulang ibu. Selain itu, dia juga mengimbau untuk tidak hamil di usia di atas 35 tahun karena tergolong dalam kategori Kehamilan Risiko Tinggi (KRT) sehingga dapat berbahaya bagi ibu dan anak.

"Kalau ingin hamil maka rencanakan dengan baik agar kesehatan anak sempurna, optimal, dan tidak mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting," tegasnya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus