Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Sederet Alasan Anda Perlu Makan Kacang Pistachio

Selain rasanya yang memanjakan lidah, kacang pistachio juga kaya nutrisi. Berikut berbagai kandungan gizi pistachio.

1 Juli 2024 | 22.43 WIB

Kacang pistachio. Pixabay.com
Perbesar
Kacang pistachio. Pixabay.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Pistachio adalah jenis kacang yang disukai banyak orang karena rasanya yang unik dan orang suka sensasi memecah kulitnya yang keras untuk menyantap isinya. Jenis kacang ini juga diklaim sarat manfaat kesehatan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Pistachio masih satu keluarga dengan kacang mete. Tinggi pohonnya bisa mencapai 10 meter dan hidup selama lebih dari 300 tahun. Kacang ini berasal dari Asia Tengah tapi saat ini lebih banyak diproduksi di Amerika Serikat, terutama di California, Iran, Turki, Yunani, dan Suriah. Pohon kacang pistachio butuh 15 tahun untuk mencapai puncak produksi namun setiap pohon biasanya bisa produktif setidaknya selama 40 tahun.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sarat nutrisi
Selain rasanya yang memanjakan lidah, kacang pistachio juga kaya nutrisi. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), kacang ini mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, zinc, vitamin C, thiamin, vitamin B6, folat, dan vitamin K.

"Pistachio adalah kacang sarat nutrisi, terutama sumber protein yang baik," ujar pakar nutrisi dan diet Amy Goodson kepada USA Today.

"Makanan tinggi protein seperti pistachio membantu kenyang lebih lama dan mengontrol berat badan," tambah pakar nutrisi dan diet Kristen Smith.

Kacang pistachio juga baik buat kesehatan pencernaan karena mengandung serat lebih tinggi dibanding jenis kacang lain, sekitar 8 gram per ons, jelas pakar nutrisi dan diet Christine Palumbo. "Pistachio juga mengandung lutein, zeaxanthin, antosianin, flavonoid, proantosianidin, dan vitamin E. Alasan itulah yang membuat pistachio bisa menurunkan kolesterol LDL (jahat) dan meningkatkan kolesterol HDL (baik)," paparnya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus