Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Suka Lagu Melankolis ala Didi Kempot, Begini Kepribadian Anda

Buat penggemar dan pendengar setia lagu-lagu melankolis seperti yang dinyanyikan Didi Kempot, berikut beberapa ciri atau gambaran kepribadian Anda.

16 Agustus 2019 | 10.59 WIB

Penampilan Didi Kempot di sela pagelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Manteb Sudarsono di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Juma malam, 2 Agustus 2019. ANTARA
Perbesar
Penampilan Didi Kempot di sela pagelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Manteb Sudarsono di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Juma malam, 2 Agustus 2019. ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan Didi Kempot? Pria legendaris ini memang diketahui secara luas sebagai Godfather of Brokenhearted alias ahli patah hati. Memang, lagu campursari yang diciptakannya lebih banyak memberikan lirik dan pesan melankolis.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Buat penggemar dan pendengar setia lagu-lagu seperti ini, berikut adalah beberapa ciri atau gambaran kepribadian Anda, seperti yang dilansir dari Psychology Today dan Lifehacker.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

#Membutuhkan penghiburan
Umumnya, pria maupun wanita yang mendengarkan lagu melankolis adalah mereka yang membutuhkan penghiburan sebab lagu-lagu sedih ini dapat menggambarkan isi hati yang sepadan dengan perasaan si pendengar.

“Mereka merasa bahwa setiap liriknya bercerita tentang kehidupan mereka yang juga menyedihkan. Ini seperti kode untuk mencari hiburan,” kata psikolog dan penulis buku Valley Girl with a Brain, Jen Kim.

ilustrasi pria sendiri (pixabay.com)

#Pendiam dan penyendiri
Jen Kim juga mengatakan bahwa mereka yang hobi mendengarkan lagu melankolis ini memiliki sifat yang pendiam dan penyendiri karena dengan memberi kode agar diberi penghiburan, ia terlihat tidak mampu langsung menyampaikan kebutuhannya. “Mereka adalah orang yang tertutup dan cenderung introvert,” katanya.

#Pribadi yang positif
Senang mendengar musik dengan nada sendu dan berlirik kesedihan bisa digambarkan sebagai pribadi yang positif. Terlebih dengan lagu yang mungkin menceritakan lebih pahitnya hidup daripada yang dialami, pendengar pun bisa memandang dan mensyukuri keadaannya.

“Ini menjadi terapi bagi pendengar untuk lebih menerima kondisinya sekarang sehingga menciptakan pandangan ke arah yang positif,” katanya profesor kognisi musik di Universitas Durham, Tuomas Eerola.

#Berhati lembut
Eerola juga menjelaskan bahwa pendengar lagu melankolis berhati lembut. Hal tersebut bisa dibuktikan dari jenis pilihan lagu dengan nada serupa yang berbeda dengan pendengar lagu rock yang lebih menggambarkan sifat kuat dan percaya diri, mereka justru lebih menonjolkan sisi kebaikan. “Mereka mudah mengalah, sangat tegar dan menjunjung tinggi nilai kesopanan,” katanya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus