Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - Salah satu desatinasi wisata kuliner legendaris di Kota Bandung adalah Toko Sidodadi. Toko roti ini terletak di Jalan Oto Iskandardinata Nomor 255, sekitar 500 meter dari kawasan Pasar Baru yang tersohor di kalangan wisatawan Malaysia. Dari luar, Toko Sidodadi seperti tidak menunjukkan identitas sebagai sebuah toko roti. Sebuah papan kayu yang dipaku di dinding hanya bertuliskan "Toko Sidodadi" yang sudah usang.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Waktu menunjukkan pukul 09.00. Deretan pintu toko ini masih tertutup rapat, kecuali satu daun pintu yang dibiarkan terbuka. Menurut orang-orang di sekitar toko, pengunjung bisa masuk ke dalam toko meski baru dibuka sedikit. Benar saja, di dalam tampak beberapa pembeli yang mencuri start agar tidak kehabisan roti incarannya. Pintu Toko Roti Sidodadi yang beroperasi sejak 1950, itu terbuka lebar pada pukuul 10.00.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tidak ada yang istimewa dari sisi penampilan roti yang disusun dalam etalase. Pilihannya hanya dua, roti berbentuk kotak atau bulat. Jika belum mencicip, pengunjung mungkin beranggapan roti ini sama seperti roti yang biasa dijajakan keliling oleh penjual dengan gerobak sepeda.
Seorang penjaga antrean pembeli sekaligus pengawas di Toko Roti Sidodari, Dirman mengatakan setiap hari, terlebih di akhir pekan, banyak orang rela menunggu untuk bisa membawa pulang roti. Mereka berasal dari Bandung dan luar kota. "Soal rasa, silakan tanya kepada pembeli yang rela antre untuk mendapatkan giliran," kata dia.
Toko Roti Sidodadi menjual berbagai jenis roti bercita rasa manis dan gurih. Namanya juga umum, misalnya roti cokelat, roti keju, roti bakso sapi, dan roti bakso ayam. Sebelum menyantap roti bakso, jangan bayangkan bakal melahap bakso berbentuk bulat. Roti bakso di toko ini berisi daging cincang, irisan bengkoang, dan daun bawang.
Roti ham keju berupa roti dengan daging asap yang dicincang halus dicampur dengan keju sebagai isian. Ada pula roti kismis yang beraroma kayu manis, dan roti jagung dengan campuran krim manis. "Seluruh resep roti masih mempertahankan resep warisan leluhur pemiliknya," ucap Dirman. Toko roti tersebut kini dikelola oleh generasi ketiga.
Tekstur roti begitu empuk dan harganya murah. Roti manis sebagian besar dibanderol Rp 4.000-an dan roti keju - daging Rp 5.200 per potong. Jika ingin puas mencicipi aneka jenis roti, datanglah di pagi hari dan menyelinap masuk begitu satu daun pintu terbuka.