Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Yang Dianjurkan dan Tidak selama Ramadan Menurut Pakar Diet

Berikut kebiasaan sehat yang perlu dilakukan selama Ramadan dan tips terbaik yang bisa diterapkan agar tetap sehat dan fit meski berpuasa.

2 Maret 2025 | 18.00 WIB

Ilustrasi Sahur. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi Sahur. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Bulan suci Ramadan adalah momen yang tepat untuk refleksi, beribadah, dan bersosialisasi, juga waktu yang psa buat yang ingin memperbaiki kesehatan lewat pola makan. Pertanyaan yang biasa muncul adalah apa yang perlu dimakan saat sahur dan buka puasa serta berapa banyak makanan yang perlu dikonsumsi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Berikut saran dari Sara Abdelghany, pakar diet klinis di Healthbay Clinic Dubai, kepada Al Arabiya English mengenai kebiasaan sehat yang perlu dilakukan selama Ramadan dan tips terbaik yang bisa diterapkan agar tetap sehat dan fit meski berpuasa.

Apa Menu Sehat untuk Buka Puasa?

Menurut Abdelghany, menu buka puasa sehat terdiri dari dua bagian. Mulailah dengan mengonsumsi 1-2 butir kurma, diikuti segelas air, dan semangkuk sup atau yogurt rendah lemak.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Sup hangat membuat perut nyaman setelah seharian berpuasa, memberi cairan untuk tubuh, dan membantu menyiapkan sistem pencernaan sebelum mengonsumsi makanan utama," ujarnya.

Untuk bagian kedua buka puasa atau makan besar, utamakan asupan protein dari daging merah, ayam, ikan, atau kacang-kacangan, dilengkapi dengan sayuran dan karbohidrat.

Bolehkah Makan Lebih Banyak  dari Biasanya?

Jangan makan berlebihan setelah buka puasa hanya untuk "balas dendam" karena tak makan di siang hari. "Tubuh manusia dirancang untuk berpuasa. Nenek moyang kita sudah melakukannya karena keterbatasan makanan, jadi tubuh kita sudah terbiasa berpuasa secara alamiah," kata Abdelghany.

Bolehkah Minum Kopi dan Minuman Berkafein saat Buka Puasa?

"Kafein dan minuman berkafein bersifat diuretik yang bisa menyebabkan kehilangan cairan dan menambah risiko dehidrasi. Banyak alternatif lain yang lebih rendah kafein seperti teh," ungkap Abdelghany.

Bolehkah Makan yang Manis-manis kala Ramadan?

"Makanan manis tinggi gula dan rendah protein. Kombinasi ini sangat buruk dan bisa menyebabkan berat badan naik selama Ramadan," kata Aldelghany. Ia menyarankan jika ingin makan yang manis-manis, batasi hanya tiga kali seminggu, jangan setiap hari. 

Saran Menu Sahur agar Tak Mudah Lapar

Memilih makanan yang tepat untuk sahur sangat penting selama Ramadan karena mereka yang berpuasa harus menghindari makanan yang bisa memicu rasa lapar, haus, dan lemas sepanjang hari. Abdelghany menjelaskan menu sahur terbaik termasuk sumber protein, karbohidrat kompleks, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus