Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Seleb

BCL Lebih Memilih Ashraf Sinclair Selingkuh Daripada Meninggal

Bunga Citra Lestari mengatakan bila ditanya apakah lebih memilih ditinggal Ashraf Sinclair karena selingkuh atau meninggal, akan memilih selingkuh.

14 Februari 2021 | 22.02 WIB

Bunga Citra Lestari saat libur tahun baru 2020 di Melbourne (Instagram @bclsinclair)
Perbesar
Bunga Citra Lestari saat libur tahun baru 2020 di Melbourne (Instagram @bclsinclair)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) mengatakan sangat takut dengan kematian orang terdekatnya. Hal itu dirasakannya sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Ia bahkan pernah berpikir bahwa dia akan meninggal lebih dulu dibanding suaminya Ashraf Sinclair. "Karena gue berpikir, Noah ada di tangan yang tepat," kata BCL pada 13 Februari 2021 di kanal Youtubenya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

BCL memang menilai Ashraf Sinclair sebagai seorang pria yang bertanggung jawab, dan bisa melakukan segalanya. "Aku tahu dia (Ashraf) adalah super Dad," kata BCL.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sayang takdir berkata berbeda. BCL lah yang akhirnya bersama Noah setelah Ashraf meninggal. "Gue yang nggak ada persiapan ini, gue yang sama Noah. Memang kita hanya bisa berencana, namun Tuhan yang berkehendak," katanya.

BCL kembali takut dengan kematian, tepatnya kehilangan orang yang dikasihi. Ia bahkan lebih memilih bila pasangannya selingkuh dibanding meninggal dunia. "Kasarnya, bila orang bertanya 'Mending suami lo selingkuh atau suami lo meninggal?'. Gue akan pilih, mending suami gue selingkuh," kata BCL.

Baca: Bukan Berlian, Ini Hadiah Ulang Tahun Terakhir Ashraf Sinclair untuk BCL

Menurut BCL, ketika suami selingkuh dan bersama orang lain, ia masih bisa melihat pasangannya. "Yang penting dia masih ada. Kalau lo menikah dengan orang dan sangat mencintainya, pasti merasakannya. Kalau suami happy dengan orang lain ya silakan," kata BCL.

Bila kejadian itu terjadi, BCL pun yakin dia akan merasa sakit. Namun BCL juga senang ketika suaminya mendapatkan kebahagiaan yang dia inginkan. "Kalau meninggal, orangnya kan sudah tidak ada," kata BCL yang yakin tidak akan banyak orang yang sependapat dengannya.

BCL bercerita bahwa saa ia memutuskan menikah dengan Ashraf Sinclair, sudah ada perbincangan tentang perpisahan saat itu. "Gue udah janji ke Ashraf. Kalau kita menikah, kita tidak akan bertahan buat anak. Kita hanya akan bertahan bila kita mau bertahan. Kalau nggak, let's just be friends, I think it is the best buat kita," kata BCL.

Walau ada perbincangan soal perpisahan, namun BCL mengaku tidak pernah terlintas ingin berpisah dengan Ashraf sekalipun. BCL mengatakan dalam pernikahan ada saja pertengkaran dan perbedaan pendapat antar individu.

Pernikahannya dengan Ashraf Sinclair pun bukan pernikahan yang sagat mulus. Ia mengakui ada kerikil, atau pengorbanan yang perlu dilewatin. "Tapi terpikir untuk tidak bersama itu tidak pernah. Gue bertahan, sampai bukan gue yang menentukan (untuk berpisah)," kata BCL.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus