Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hukum

Berita Tempo Plus

Penanda Sumba Tersudut Penguasa

Penganut Marapu mendiami Pulau Sumba sejak ratusan tahun silam. Tak henti ditekan penguasa.

26 September 2020 | 00.00 WIB

Upacara pemberian persembahan kepada Marapu di kabupaten Sumba Timur./kebudayaan.kemdikbud.go.id
Perbesar
Upacara pemberian persembahan kepada Marapu di kabupaten Sumba Timur./kebudayaan.kemdikbud.go.id

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Marapu menjadi penanda identitas terpenting orang Sumba.

  • Pada 2018, jumlah pemeluk Marapu di Sumba Timur diperkirakan sekitar 16 ribu orang.

  • Pemerintah Kabupaten Sumba Timur tak kunjung mengesahkan Marapu sebagai komunitas adat.

ALKISAH seorang peternak bernama Umbu Pala tiba di pesisir Pulau Sumba ratusan tahun silam. Berdiam di kawasan sabana bernama Yuara Ahu, dia melepas ternaknya untuk merumput. Di tempat itu pula dia mendirikan tempat hamayang atau sembahyang. “Umbu Pala mendoakan keselamatan ternaknya di situ,” kata Tay Daku Hamang, 80 tahun, kepada Tempo melalui seorang penerjemah pada 9 Agustus lalu. Daku Hamang adalah sesepuh kabihu—sebutan untuk marga—Mbarapapa, yang dipercaya sebagai keturunan Umbu Pala.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus