Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kementan: Indonesia Kaya Pangan Lokal Alternatif Hadapi Krisis Pangan

Kementerian Pertanian menegaskan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.

7 Oktober 2022 | 21.14 WIB

Kementan: Indonesia Kaya Pangan Lokal Alternatif Hadapi Krisis Pangan
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL - Kementerian Pertanian menegaskan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis pangan global, termasuk dengan memperkuat berbagai strategi dan potensi pangan berbasis sumberdaya lokal.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan mengatakan Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman pangan lokal. “Kita punya banyak bahan baku pangan berpotensi sebagai cadangan dan substitusi beras. Dan semua ada di sekitar kita dan lama menjadi pangan konsumsi masyarakat lokal,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 7 Oktober 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sebagai informasi, Pemerintah menetapkan enam komoditas sumber karbohidrat, yakni ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan talas. Dari komoditas tersebut, pisang, kentang dan talas selama ini jarang disebut sebagai komoditas untuk mendukung diversifikasi pangan. Namun sekarang semuanya dibutuhkan untuk menghadapi krisis pangan.

“Mungkin kita belum begitu merasakan dampaknya perubahan iklim dan krisis pangan global. Namun di beberapa negara di benua Afrika, negara Asia, bahkan untuk Amerika dan Inggris saja sudah mulai terlihat nyata ancaman tersebut,” kata Kuntoro.

 Karena itu, ia menegaskan apa yang disampaikan menteri pertanian terkait stok sagu bila harga beras melambung tinggi, merupakan analogi ekstrem bila terjadi masalah stok pangan.

 “Namun alhamdulilah stok beras kita sangat cukup. FAO dan IRRI juga mengapresiasi swasembada dan ketahanan sistem pertanian dan pangan kita. Indonesia juga masih over stok diatas 10 juta ton per Juli 2022 lalu menurut BPS, sehingga masyarakat tidak perlu kawatir. Petani kita juga mulai masuk masa tanam utama Oktober-Maret, dan insyaAllah pangan pokok kita akan terus cukup tersedia,” tutupnya. (*)

 

Prodik Digital

Prodik Digital

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus