Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Luhut Apresiasi Budidaya Udang Vaname di Jembrana

Program INAP hasil kolaborasi TNI, para ahli, dan swasata membantu memberdayakan warga Jembrana dan UMKM.

25 Februari 2022 | 19.26 WIB

Kunjungi Jembrana, Menko Marves tebar Benur dan dorong potensi UMKM
Perbesar
Kunjungi Jembrana, Menko Marves tebar Benur dan dorong potensi UMKM

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL - Menteri kordinator kemaritiman dan investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, meninjau fasilitas laboratorium INAP (Indonesian Naval Aquagriculture Program), di Banjar Pebuahan Desa Banyubiru, Jembrana, Jumat, 25 Februari 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INAP adalah program kolaborasi Pemerintah daerah, TNI AL dan swasta dalam mengembangkan teknologi budidaya laut, khususnya udang vaname. Luhut juga menebarkan 1.000 benih udang vaname di Kampung Bahari Nusantara INAP tahap I

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Luhut tiba di Jembrana menggunakan helikopter sekitar pukul 8.45 WITA bersama Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra. Di landasan Stadion Pecangakan, Luhut disambut oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Arta Ardana Sukawati, serta Forkopimda Kabupaten Jembrana.

Bupati Tamba menjelaskan kepada Luhut tentang pembangunan INAP ini di kabupaten Jembrana. Sejak dipresentasikan oleh Dr Joecelin (dr Joe), Bupati Tamba mengaku sempat tidak percaya dan mengira program itu hanya khayalan.

"Dr Joe datang dan meyakinkan saya dengan mengajak ke Lovina melihat langsung apa yang sudah dikerjakan. Termasuk ke Situbondo langsung dan melihat sendiri hasil panennya," ujar Bupati Tamba.

 Sejak itu, tuturnya Ia meyakini   bahwa apa yang dikerjakan dr Joe akan menjadi proyek masa depan. "Karena itu saya sangat bersyukur bisa berjalan hingga sekarang. Bahkan proyek ini pertama kali dilakukan dan dikembangkan di Jembrana, sehingga dikunjungi langsung Menko Marves (Luhut) hari ini," kata Bupati Tamba.

Kepada pengelola INAP, Bupati Tamba minta agar mempekerjakan anak-anak muda Jembrana. Ia juga berharap turunan dari produk ini jangan hanya sebatas ekspor atau diperjualbelikan. Sortiran udang yang tidak memenuhi kualitas ekspor   mampu dimanfaatkan untuk UMKM.

"Yang tidak masuk dalam kelas ekspor, biarlah dimanfaatkan anak anak kita yang berhenti kerja karena pandemi. Nanti bisa diolah menjadi produk turunan seperti bakso udang, kuliner udang, atau roti udang,” tutur Bupati Tamba.

Ia juga menekankan kepada pengelola agar 80 persen dari pekerja adalah anak-anak muda Jembrana. “Ini yang kita utamakan untuk bisa akhirnya masyarakat kita anak-anak muda kita yang sudah putus semangat bisa bangkit lagi,” ucapnya.

Wakasal Laksamana Madya Ahmad Heri Purwono mengatakan Program INAP hasil kolaborasi antara TNI AL, pemerintah daerah (pemda), ahli, dan pihak swasta. Adapun tenaga kerja adalah 150 pemuda Jembrana yang sudah dilatih di Situbondo, Jawa Timur. “Itu akan menjadi cikal bakal INAP 1 nanti. Selanjutnya kita kembangkan untuk mendidik adik-adiknya mengawali INAP 2 dan 3, serta INAP-INAP seterusnya,” ujarnya.

Pihaknya, Ahmad Heri melanjutkan, akan memperdayakan perusahan-perusahaan daerah dalam paska produksi, pengangkatan dan sebagainya. “Kami sudah berjanji akan menggaet UMKM Jembrana. Mudah-mudahan lancar. Target saya adalah ekspor, sedangkan yang sisa ukuran kecil kami salurkan ke masyarakat setempat. Mereka akan kami bina sehingga berlanjut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata dia.

Luhut mengapresiasi proyek laboratorium INAP di Jembrana. "Saya terus terang baru saja mendengar ini. Kembangkan terus, nanti Pemerintah akan menjadi payungnya untuk bisa mengembangkan ini. Saya pikir ini bisa menjadi proyek nasional," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa Program INAP ini harus bermanfaat untuk UMKM. " Karena permintaan dunia akan udang cukup besar. Saya pikir harus didorong. Jangan khawatir, Pemerintah akan membantu. Termasuk produk turunan untuk UMKM tadi seperti disampaikan Bupati Jembrana,” kata Luhut. (*)

 

Prodik Digital

Prodik Digital

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus