Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Susur Sungai, Mensos Sampaikan Duka Mendalam kepada Keluarga Korban dan Salurkan Santunan

Kepada keluarga korban, Mensos Juliari berharap agar keluarga tetap tabah, sabar dan senantiasa berdoa.

24 Februari 2020 | 11.27 WIB

Mensos Juliari P. Batubara, sampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan salurkan santunan.
Perbesar
Mensos Juliari P. Batubara, sampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan salurkan santunan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

INFO NASIONAL — Kementerian Sosial merespons cepat kejadian siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang hanyut di sungai. Setelah tim lapangan melalui Tagana lebih dulu mendukung penyelamatan dan pencarian korban, Menteri Sosial Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara, pun menuju lokasi kejadian.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dari kunjungan kerjanya ke Magelang, Mensos Juliari sengaja menambah titik kunjungan ke Sleman, Yogyakarta. Didampingi Bupati Sleman Sri Purnomo, Mensos langsung menuju deretan keluarga korban yang masih menunggu kepastian terkait keberadaan keluarganya, siswi SMPN 1 Turi, Sleman, di Puskesmas Turi, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu, 22 Februari 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sebelum menuju kamar tempat dirawatnya dua siswi korban peristiwa tersebut, Mensos Juliari, lebih dulu menyalami deretan keluarga korban yang duduk di kursi tunggu. Kepada keluarga korban, Mensos Juliari berharap agar keluarga tetap tabah, sabar, dan senantiasa berdoa.

“Tetap tabah Bu ya, sabar. Kita doakan sama-sama. Mari kita berdoa agar diberikan yang terbaik,” kata Mensos kepada keluarga korban yang masih menangis.

Harapan serupa juga disampaikannya kepada Prasetyo, ayah dari seorang siswi yang belum diketahui keberadaannya. Mensos lantas menuju ke ruang inap di mana tempat dua siswi yang selamat dirawat.

“Saya mewakili pemerintah datang untuk melihat langsung bagaimana penanganan bencana tersebut. Dan juga kami berdoa untuk anak-anak yang masih dirawat agar kiranya segera pulih kembali, agar normal kembali dan dapat beraktivitas seperti sedia kala,” kata Mensos Juliari.

Didampingi istri, Grace P. Batubara, kedatangan Mensos selain untuk meninjau langsung perkembangan terkini terkait peristiwa “Susur Sungai”, pada Jumat, 21 Februari 2020 lalu, juga mengunjungi korban yang dirawat serta keluarga korban lainnya.

Mensos menyampaikan duka mendalam, simpati, sekaligus penyesalannya mengapa peristiwa menyedihkan ini bisa terjadi.

Kemudian, Mensos bergerak ke lokasi kejadian “susur sungai”, persis di bibir sungai. Mensos melihat langsung kondisi terkini sungai tempat ditemukannya beberapa korban. Mensos menyalami dan memberikan apresiasi serta dukungan kepada Tim SAR gabungan instansi terkait yang terus bekerja menemukan korban yang masih dalam pencarian.

“Terima kasih ya semuanya ya. Semangat terus semangat!” kata Mensos, didampingi Dirjen Rehsos Edi Suharto, dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Rahmat Kusnadi.

Rombongan kemudian bergerak ke rumah keluarga korban meninggal dunia dan bertemu dengan orangtua korban. Mensos menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

Tujuan pertama yang dikunjungi adalah keluarga Nur Azizah (kelas 8A/Perempuan/15 tahun), warga Kembangarum Rt. 2 Rw. 30, Desa Donokerto, Kecamatan Turi. Kemudian, Lathifa Zulfaa (kelas 8B/Perempuan/15 tahun), dengan alamat Kembangarum Rt. 4 Rw. 33, Desa  Donokerto, Kecamatan Turi.

Kepada ahli waris korban, Mensos menyerahkan santunan ahli waris bagi korban yang meninggal 8 jiwa senilai Rp 120 juta. Sementara dua orang yang belum diketahui keberadaannya masih menunggu hasil pencarian korban.

“Santunan dari Kemensos sebesar Rp 15 juta per korban meninggal. Korban yang luka biayanya ditanggung pemerintah daerah sepenuh hingga bisa di pulangkan ke rumah masing-masing,” kata Mensos.

Mensos juga mendapat informasi masih ada korban yang belum ditemukan. “Kita semua berdoa supaya segera ditemukan dan keluarga segera mendengar berita terhadap anak-anak kesayangannya tersebut,” kata Mensos.

Ia berharap penyebab peristiwa tersebut bisa diungkap secara menyeluruh. “Karena ada nyawa yang hilang tentu harus ada investigasi. Kenapa hal ini terjadi. Apakah ada unsur kelalaian misalnya dan sebagainya,” katanya.

Dalam memberikan dukungan terhadap penangan kejadian ini, Kemensos sudah mengambil langkah di antaranya koordinasi dengan TIM Gabungan di POSKO AJU dan Lapangan; assessment berupa pendataan dan perbaruan data; pendirian dapur umum untuk pelayanan kebutuhan makanan bagi relawan.

Sumber daya yang diperbantukan berupa mobil RTU 3 Unit, mobil DUMLAP 1 unit, genset 1 unit, lampu tembak 1.000 W (4 unit ). Kemudian sumber daya personel berupa Forum Komunikasi (FK) Tagana Kota Yogyakarta (24 personel), FK Tagana Kab Sleman (30 personel); FK Tagana Kab Bantul (4 personel); FK Tagana DIY (11 personel), dan TIM Layanan Dukungan Psikososial. (*)

Bahasa Prodik

Bahasa Prodik

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus