Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Amnesty International Minta Hungaria Tangkap Netanyahu untuk Diadili di ICC

Amnesty International meminta Hungaria melaksanakan perintah penangkapan ICC terhadap Benjamin Netanyahu.

3 April 2025 | 08.00 WIB

Benjamin Netanyahu. Shutterstock
Perbesar
Benjamin Netanyahu. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Amnesty International meminta Hungaria untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Permintaan itu menyusul laporan bahwa Netanyahu akan mengunjungi negara anggota UE tersebut pada Rabu, 2 April 2025 atas undangan mitranya dari Hungaria, Viktor Orban.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Netanyahu menjadi subjek surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional atau ICC pada November 2024 atas tindakan Israel di Gaza.

Diwartakan oleh Arab News, Orban yang merupakan sekutu dekat Netanyahu, telah mengatakan bahwa ia tidak akan menegakkan surat perintah tersebut. Di sisi lain, sebagai negara anggota, Hungaria diharuskan untuk menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh ICC.

Erika Guevara-Rosas, kepala penelitian, advokasi, dan kebijakan global di Amnesty International, mengatakan Netanyahu diduga sebagai penjahat perang. Netanyahu dituduh menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan serta dengan sengaja menyerang warga sipil. Selain itu, Netanyahu dituduh terlihat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya.

Sebagai anggota ICC, Guevara-Rosas menyampaikan, Hungaria harus menangkap Netanyahu jika ia bepergian ke negara itu lalu menyerahkan Netanyahu ke ICC.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurut Guevara-Rosas, setiap perjalanan yang dilakukan Netanyahu ke negara anggota ICC yang tidak berakhir dengan penangkapannya akan membuat Israel semakin berani melakukan kejahatan lebih lanjut terhadap warga Palestina.

“Kunjungan Netanyahu yang dilaporkan harus dilihat sebagai upaya sinis untuk melemahkan ICC dan pekerjaannya, dan merupakan penghinaan terhadap para korban kejahatan ini yang mencari keadilan di Pengadilan," kata Guevara-Rosas. 

Menurut Guevara-Rosas, undangan Hungaria menunjukkan penghinaan terhadap hukum internasional dan menegaskan bahwa para tersangka penjahat perang yang dicari oleh ICC diterima di negara anggota Uni Eropa. 

“Kunjungan Netanyahu ke Hungaria tidak boleh menjadi penentu masa depan hak asasi manusia di Eropa," ujarnya. 

Guevara-Rosas mendesak agar para pemimpin Eropa dan dunia harus mengakhiri kebungkaman dan ketidakpedulian mereka. Dia juga mendesak agar para pemimpin dunia meminta Hungaria untuk menangkap Netanyahu selama kunjungannya ke sana. 

Guevara-Rosas menegaskan bahwa Amnesty International menyerukan kepada Jaksa ICC untuk menyelidiki dan mengadili semua kejahatan Israel. “Para pemimpin yang kuat, seperti Netanyahu, yang dituduh oleh ICC atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, tidak boleh lagi menikmati prospek impunitas abadi," tuturnya. 

 

Savero Aristia Wienanto

Bergabung dengan Tempo sejak 2023, alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini menaruh minat dalam kajian hak asasi manusia, filsafat Barat, dan biologi evolusioner.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus