Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi semakin serius mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Setelah sebelumnya meluncurkan Pusat Kecerdasan Buatan untuk Media, kali ini mereka meluncurkan platform Metaverse Budaya Nasional pertama di dunia, didukung oleh sistem kecerdasan buatan untuk Generative Media Intelligence (GMI).
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dilansir dari gulfnews.com, platform metaverse tersebut menggabungkan kekayaan budaya dengan inovasi digital, menciptakan ranah digital yang dinamis di mana pengguna dapat terlibat dalam berbagai kegiatan dan atraksi yang mencerminkan pengalaman kehidupan nyata, seperti perayaan Founding Day.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Platform ini dirancang untuk menampilkan beragam atraksi budaya, termasuk perjalanan sejarah, serta sektor yang didedikasikan untuk musik, seni, sejarah, kuliner, dan kerajinan. Platform ini juga dilengkapi dengan mini-game video dan Pusat Pertunjukan yang menyiarkan acara langsung, termasuk konser Simfoni Awal Hari Pendirian, secara langsung di platform metaverse Kementerian Kebudayaan Arab Saudi.
Dikutip dari arabnews.com, platform tersebut merupakan kerjasama Kementerian Kebudayaan Arab Saudi dengan droppGroup yang menggunakan teknologi Hyperledger Fabric 2.5 blockchain.
Platform ini merupakan pengalaman berbasis web yang sepenuhnya mendalam dan dapat diakses dari berbagai perangkat, termasuk telepon seluler, headset VR, dan komputer desktop.
Inklusivitas tersebut memastikan bahwa berbagai kalangan, tidak peduli lokasi atau teknologi yang mereka miliki, dapat mengakses metaverse, mencerminkan dedikasi Kementerian Kebudayaan terhadap inklusivitas.
Inisiatif ini membuka peluang baru bagi jutaan warga Saudi dan penonton internasional untuk menjelajahi dan terlibat dengan budaya Arab Saudi di metaverse, menandai tonggak penting dalam evolusi keterlibatan budaya. Metaverse tersebut merupakan langkah besar ke depan dalam masa depan ekspresi dan partisipasi budaya di Arab Saudi.
Selain itu, peluncuran metaverse ini adalah bukti keseriusan Arab Saudi menjadi pusat kecerdasan buatan dunia. Sebelumnya, Kepala Dana investasi Publik (PIF) Arab Saudi memperkenalkan Arab Saudi sebagai pusat potensial untuk aktivitas kecerdasan buatan di luar Amerika Serikat, dengan merujuk pada sumber daya energinya dan kapasitas pendanaannya.
"Kami cukup baik posisinya untuk menjadi pusat kecerdasan buatan di luar AS," kata Gubernur PIF Yasir Al-Rumayyan, saat berbicara di acara investasi di Miami yang disponsori oleh dana kekayaan kedaulatan, dikutip dari reuters.com.
Rumayyan mengatakan bahwa PIF mengalokasikan lebih dari 70 persen dari dana tersebut untuk proyek-proyek dan investasi di dalam Arab Saudi dan menargetkan alokasi internasional sebesar 20 persen hingga 25 persen ke depannya.
Saat ini, PIF telah mengeluarkan dana sekitar 40 sampai 50 miliar dolar AS pertahun untuk ambisi tersebut. Menurutnya, angka tersebut diperkirakan akan mencapai 70 miliar dolar amerika per tahun pada 2025 hingga 2030. Upaya tersebut dilakukan untuk menjadikan Arab Saudi sebagai pusat kecerdasan buatan dunia.
ANANDA RIDHO SULISTYA | REUTERS