Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mendorong Badan Kesehatan Dunia, WHO untuk terlibat langsung dengan Taiwan untuk membasmi wabah virus Corona.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pernyataan itu disampaikan Duta Besar AS untuk PBB di Jenewa, Andrew Bremberg pada hari Kamis, 6 Februari 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Bremberg mengatakan, terlibat langsung ini sebagai perintah teknis bahwa WHO menyajikan data kesehatan masyarakat Taiwan di area yang terdampak.
"Dan terlibat langsung dengan otoritas kesehatan masyarakat Taiwan untuk melakukan tindakan," kata Bremberg sebagaimana dilaporkan Reuters.
Mendengar kalimat ini, delegasi Cina secara tegas menyatakan sangat tidak puas karena sejumlah negara mengangkat isu partisipasi Taiwan di WHO.
Cina menegaskan Taiwan merupakan wilayah Cina, bukan negara berdaulat. Taiwan tidak anggota WHO karena keberatan dari Cina.
Di tempat terpisah, juru bicara Menteri Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou mengecam Cina dan WHO karena memberikan informasi tidak akurat mengenai jumlah kasus virus Corona di Taiwan.
WHO melaporkan ada 13 kasus virus Corona ditemukan di Taiwan pada hari Selasa lalu. Padahal menurut Taiwan jumlahnya hanya 10 kasus.
Hari ini, jumlah kasus terinfeksi virus Corona di Taiwan bertambah menjadi 11 kasus.
"Informasi salah ini diberikan Cina sebagai pembuatan kesalahan," kata Joanne Ou mengutip laporan Channel News Asia, Kamis, 6 Februari 2020.
Sehubungan wabah virus Corona, Taiwan telah menangguhkan sementara masuknya semua warga Cina.
Dalam kesempatan yang sama, Joanne Ou juga memprotes WHO yang berulang kali mengubah nama Taiwan dengan berbagai sebutan, misalnya Taipei dan sekitarnya, Taiwan, Cina lalu berubah menjadi kota Taipie dan kemudian hanya Taipei.
"Saya mau bertanya ke WHO, berapa banyak lagi anda mengganti nama Taiwan? Ini bukan nama yang benar. Saya ulangi lagi, nama kami Taiwan, yang nama resminya adalah Republik Cina," kata Joanne Ou menegaskan.