Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 87 mobil dibakar dan dirusak oleh sekelompok pemuda bertopeng dan mengenakan pakaian hitam di sejumlah kota di Swedia pada Senin malam, 13 Agustus 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Peristiwa yang aneh ini terjadi seminggu sebelum anak sekolah di Swedia kembali masuk sekolah usai liburan musim panas.
Baca: Swedia Larang Imigran Berpoligami
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Aksi vandalisme besar-besaran ini juga terjadi menjelang pemilu yang digelar pada 9 September ini. Kriminalitas dan pengangguran merupakan isu utama pemilu Swedia.
Menurut laporan sejumlah media, kelompok gangster menyiram bensin ke atap mobil lalu membakarnya. Mereka juga melakukan aksi vandalisme sehingga puluhan mobil yang parkir rusak parah.
Gangster berjumlah sekitar 40 orang melakukan aksi membakar dan merusak mobil di Stockholm, ibukota Swedia, kota Falkenberg, Gothenburg, Helsingborg, dan Trollhättan.
Api pertama kali terlihat di Malmö, Gothenburg dan Helsingborg. Para pelaku menyasar mobil-mobil yang parkir di pusat perbelanjaan dan rumah sakit di Frölunda Torg. Jilatan api berwarna oranye dan asap hitam menutupi lahan parkir mobil.
Aksi itu kemudian dengan cepat menyebar ke kota-kota lainnya. Sekitar 40 orang melempari batu ke arah mobil di Trollhättan di utara Gothenburg dan kemudian membakarnya.Mobil-mobil yang dibakar dan dirusak oleh gangster bertopeng di Swedia pada Senin malam, 13 Agustus 2018.
Baca: Pertama Kalinya, Swedia Kerahkan Pasukan Cadangan Besar-besaran
Juru bicara kepolisian Swedian wilayah barat, Hans Lippens mengatakan, pihaknya tak menyangka akan terjadi perstiwa seperti ini.
"Polisi belum pernah menyaksikan vandalisme dan kriminalitas sebanyak ini sebelumnya," kata Lippens seperti dikutip dari CNN.
Sebagian besar area gangster melakukan aksi vandalisme berstatus area beresiko tinggi dengan tingginya jumlah pengangguran dan rendahnya tingkat pendidikan. Dari 23 kawasan yang berstatus berisiko tinggi, Gothenberg dimasukkan polisi Swedia ke ranking nomor 7.
Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven saat diwawancarai radio Sweda berujar: " Sepertinya sangat terorganisasi, hampir mirip operasi militer."
Baca: Penderita Down Syndrome Ditembak Mati Polisi di Swedia
Seorang saksi mata, Cecilia Sundborg mengungkapkan kepada CNN bahwa aksi para lelaki bertopeng merusak mobil-mobil dengan pemukul basebal sangat terorganisasi.
"Mereka sangat terorganisasi," ujar Sundborg yang merekam aksi brutal itu dari dalam rumah temannya di Gothenburg.
Belum diketahui motif dari aksi gangster itu merusak puluhan mobil dan membakarnya.
Polisi Swedia kemudian menangkapi para pelaku pengrusakan. Penyelidikan telah dilakukan terhadap para pelaku pembakaran dan pengrusakan puluhan mobil. Belum diketahui motif dari aksi gangster bertopeng di sejumlah kota di Swedia yang merusak puluhan mobil dan membakarnya.
CNN | DAILY MAIL | EXPRESS.CO.UK