Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan bawah laut terkenal di Australia yaitu Great Barrier Reef bakal mendapatkan fasilitas baru yaitu sebuah museum baru bawah laut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dinamakan Museum of Underwater Art, fasilitas ini akan menampilkan berbagai patung yang diletakkan di dasar laut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sehingga para penyelam bisa menikmati banyak tampilan instalasi seni di sini.
Pemahat asal Inggris, Jason deCaires Taylor, merupakan orang yang berada di balik koleksi patung menarik ini, yang akan ditampilkan dilepas pantai Strand Beach di Townsville di Australia.
Tampilan utama akan berupa rumah kaca karang atau coral greenhouse, yang akan menjadi tempat pengembangan karang laut. Ini diharapkan bakal menjadi kawasan maritim laut.
Patung lainnya yang juga akan menjadi atraksi menarik adalah Ocean Siren, yang berupa patung setinggi lima meter. Patung ini akan dipasang di atas permukaan laut dan berubah warna menurut temperatur Great Barrier Reef.
Tim yang mengerjakan proyek ini mencari lokasi terbaik di permukaan bawah laut sebagai tempat untuk menaruh berbagai macam patung museum.
Tim berharap proyek ini tidak akan menimbulkan banyak kerusakan bagi biota laut di sana.
Ini bukanlah museum pertama bagi Jason. Dia telah mengerjakan proyek serupa di Lanzarote, Cancun, dan Pulau Gili di Indonesia.
Di Bahrain, ada lokasi tempat penyelaman buatan manusia, yang mulai beroperasi pada 2019. Lokasi ini menampilkan pesawat terbang Boeing 747, yang ditenggelamkan.
Bagian kokpit dan kabin dari pesawat sepanjang 70 meter ini dicopot sebelum ditenggelamkan.
Panitia berharap bangunan museum pesawat ini menjadi lokasi tempat tinggal marina baru bagi berbagai jenis biota laut.