Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Berita Tempo Plus

Tangan Israel di Balik Usaha Membubarkan Badan PBB untuk Palestina

Sejumlah negara donor menghentikan bantuannya ke UNRWA, badan PBB yang mengurusi Palestina. Israel mendesak pembubaran UNRWA.

25 Februari 2024 | 00.00 WIB

Tentara Israel berjaga di markas UNRWA, di Jalur Gaza, Palestina, 8 Februari 2024. Reuters/Dylan Martinez
Perbesar
Tentara Israel berjaga di markas UNRWA, di Jalur Gaza, Palestina, 8 Februari 2024. Reuters/Dylan Martinez

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

PERTEMUAN Tingkat Menteri Luar Negeri G20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada Rabu, 21 Februari 2024, menjadi momentum bagi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi untuk mendesak negara anggota G20 agar meningkatkan dukungan bagi Palestina, termasuk untuk Badan Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA). “Saya juga mendesak negara-negara G20 meningkatkan dukungan bagi Palestina, termasuk untuk UNRWA, bukan justru menghentikannya. Karena pada saat inilah Palestina memerlukan solidaritas dan bantuan kita,” kata Retno dalam keterangan persnya.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Di Tepi Pembubaran"

Iwan Kurniawan

Sarjana Filsafat dari Universitas Gadjah Mada (1998) dan Master Ilmu Komunikasi dari Universitas Paramadina (2020. Bergabung di Tempo sejak 2001. Meliput berbagai topik, termasuk politik, sains, seni, gaya hidup, dan isu internasional.

Di ranah sastra dia menjadi kurator sastra di Koran Tempo, co-founder Yayasan Mutimedia Sastra, turut menggagas Festival Sastra Bengkulu, dan kurator sejumlah buku kumpulan puisi. Puisi dan cerita pendeknya tersebar di sejumlah media dan antologi sastra.

Dia menulis buku Semiologi Roland Bhartes (2001), Isu-isu Internasional Dewasa Ini: Dari Perang, Hak Asasi Manusia, hingga Pemanasan Global (2008), dan Empat Menyemai Gambut: Praktik-praktik Revitalisasi Ekonomi di Desa Peduli Gambut (2020).

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus