Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Kartel Narkoba Serang Polisi Meksiko karena Tangkap Anak El Chapo

Baku tembak terjadi antara pasukan keamanan Meksiko dan anggota kartel narkoba di negara bagian Sinaloa, saat menangkap anak raja narkoba El Chapo.

19 Oktober 2019 | 14.32 WIB

Polisi berpatroli di jalan Culiacan setelah orang-orang bersenjata dari kartel bertempur dengan pasukan keamanan.[CNN]
Perbesar
Polisi berpatroli di jalan Culiacan setelah orang-orang bersenjata dari kartel bertempur dengan pasukan keamanan.[CNN]

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Baku tembak berdarah terjadi antara pasukan keamanan Meksiko dan anggota kartel narkoba di negara bagian Sinaloa minggu ini, ketika operasi penangkapan anak raja narkoba El Joaquin "El Chapo" Guzman.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Tentara sementara menahan Ovidio Guzman Lopez selama operasi hari Kamis di kota Culiacan, kata para pejabat, seperti dikutip dari CNN, 19 Oktober 2019. Tetapi ketika pertempuran berlanjut, dia dibebaskan dan operasi itu ditangguhkan untuk menyelamatkan nyawa, kata menteri pertahanan dan menteri keamanan Meksiko pada Jumat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Pertempuran selama berjam-jam menewaskan lima penyerang, satu anggota Garda Nasional Meksiko, dan satu warga sipil, kata Menteri Keamanan Alfonso Durazo di Twitter.

Sejumlah pria bersenjata kartel narkoba berdiri di luar sebuah toko selama baku tembak dengan pasukan federal menyusul penahanan Ovidio Guzman, putra gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman, di Culiacan, negara bagian Sinaloa, Meksiko 17 Oktober 2019.[Reuters / Jesus Bustamante]

Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador mengakui pada Jumat bahwa pasukan keamanan pergi ke Culiacan untuk menangkap putra El Chapo atas perintah hakim. Kabinet Keamanan Meksiko akhirnya menunda operasi nyawa warga sipil.

Obrador tidak menyangkal, ketika ditanya oleh wartawan, bahwa Ovidio Guzman Lopez dibebaskan.

"Penangkapan seorang penjahat tidak bisa bernilai lebih dari nyawa orang-orang...banyak warga negara, orang-orang, manusia berada dalam risiko," kata López Obrador saat konferensi pers di Oaxaca.

Sembilan tentara pemerintah atau petugas penegak hukum yang ditangkap oleh anggota kartel narkoba yang dicurigai selama pertempuran dibebaskan, ketika pemerintah menghentikan operasi itu, ungkap Menteri Pertahanan Nasional Meksiko Luis Cresencio.

Mayat-mayat tergeletak di samping sebuah mobil selama baku tembak antara orang-orang bersenjata kartel narkoba dan pasukan federal menyusul penahanan Ovidio Guzman, putra gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman, di Culiacan, negara bagian Sinaloa, Meksiko, 17 Oktober 2019. [Reuters / Jesus Bustamante]

Menurut laporan RT.com, putra El Chapo, Ovidio Guzman, sempat ditangkap sebentar setelah patroli polisi federal menyerbu persembunyiannya bersama orang tiga lain pada Kamis sore. Begitu kartel mengetahui bahwa putra raja obat bius telah ditangkap, kelompok-kelompok penjahat bersenjata mulai menyerang polisi di seluruh kota dengan senjata yang berat, memblokir jalan-jalan dan membakar kendaraan.

Pasukan pemerintah berencana menangkap Guzman Lopez untuk diekstradisi ke Amerika Serikat, tambah Durazo.

Guzman Lopez, 28 tahun, diyakini memiliki peran besar dalam kartel narkoba Sinaloa yang kuat dan menghadapi dakwaan konspirasi atas distribusi narkoba di AS.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
Ā© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus