Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan secara sepihak menghukum 18 warga Korea Utara yang saat ini tinggal di luar negeri. Ke 18 pejabat top Korea Utara yakni sebanyak 14 orang tinggal di Cina, 2 di Libya , dan 2 di Rusia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sanksi terhadap 18 warga Korea Utara dikeluarkan pada Senin, 6 November 2017. Hukuman ini sebagai bagian dari upaya Korea Selatan untuk mengeringkan arus kas ilegal Pyongyang dengan cara melarang warga Korea Selatan berdagang dengan mereka.
Baca: Rakyat Korea Utara Makan Daging Buatan untuk Bertahan Hidup
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan mengatakan, 18 orang yang dikenai sanksi itu diketahui berafiliasi langsung dengan sejumlah bank di Korea Utara, termasuk Bank Daesong Korea, Bank Perdagangan Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea, Bank Pembangunan Bersenjata Korea, Bank of East Land dan ILSIM International Bank.
"Mereka semua adalah orang-orang di lembaga keuangan Korea Utara yang telah mendapat sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata seorang pejabat pemerintah yang terlibat langsung dalam proses pemberian sanksi tersebut, mengutip Reuters.
Baca: Donald Trump Ancam Diktator yang Berani Remehkan AS
Pejabat itu menambahkan orang-orang yang dikenai sanksi dari Korea Selatan merupakan pegawai berpangkat tinggi Korea Utara yang terkait dengan program pengembangan nuklir dan rudal serta pengadaan valuta asing di negara itu.
Juru bicara Kementerian Unifikasi Baek Tae-hyun menegaskan, sanksi itu untuk mendorong warga Korea Selatan menghindari berhubungan dengan Korea Utara.
"Kami mendorong orang-orang menghindari transaksi bermasalah dengan individu Korea Utara dan berhati-hati dengan transaksi yang berkaitan dengan Korea Utara pada umumnya," kata Tae-hyun.
Baca: Mulai Terganggu, Korea Utara Minta Sanksi Internasional Dicabut
Tae-hyun menambahkan, pihaknya ingin agar sanksi terbaru ini akan berkontribusi untuk menghalangi sumber utama devisa Korea Utara dan pengembangan senjata pemusnah massal.
Meskipun demikian, sanksi tersebut diperkirakan berdampak kecil terhadap kegiatan ilegal Korea Utara untuk mendanai program senjatanya.
Sebanyak 97 orang Korea Utara telah disanksi Korea Selatan.
Pengumuman Korea Selatan mengeluarkan sanksi terhadap 18 pejabat top Korea Utara disampaikan sehari menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke Korea Selatan sebagai bagian dari tur 12 harinya di 5 negara Asia. Trump diperkirakan akan membahas program nuklir dan rudal Korea Utara secara panjang lebar dengan pejabat pemerintah masing-masing negara.